Satu Korban Berhasil Dievakuasi

SELONG – Proses evakuasi   pekerja yang menjadi korban ambruknya  jembatan penghubung Kelurahan Pancor – Sekarteja kembali dilanjutkan Rabu (15/4).

Ini dilakukan mengingat dari lima pekerja yang tewas, sebelumya hanya empat pekerja yang berhasil dievakuasi. Sementara satu lagi dilanjutkan kemarin. Korban terakhir yang dievakuasi itu, diketahui bernama  Mulyadi warga Sekarteja, Selong. Proses evakuasi korban memakan waktu yang lama. Ini disebabkan karena kondisi mayat korban ditimpa tumpukan material beton yang tebal serta  sudah mulai mengeras. Selain itu posisi mayat korban juga terjepit besi.

Proses evakuasi satu mayat pekerja  dimulai dari pukul 09.00 Wita.  Evakuasi ini disaksikan ratusan warga.Sementara di lokasi,tim SAR gabungan dari TNI, Polisi, Basarnas, dan BPBD Lotim  menerjunkan kekuatan penuh lengkap dengan perlengakapan. Mulai dari alat berat, bor, sampai semprotan air.

Selama evakuasi berlangsung, tim di lapangan harus bekerja dengan penuh kesabaran dan hati-hati. Itu dilakukan mengigat kondisi mayat korban cukup mengenaskan. Setelah berjibaku dengan terik panas matahari dan medan yang sulit, sekitar pukul 12.30 Wita , mayat korban berhasil diangkat dan langsung dilarikan RSUD  dr Soedjono Selong.

Di kesempatan itu, Kepala Basarnas NTB Nanang Sigit PH memastikan,  kasus robohnya  jembatan penghubung dua kelurahan ini jumlah korbanya sebanyak 10 pekerja. Jumlah tersebut, terdiri dari lima pekerja tewas dan lima berhasil diselamatkan dengan kondisi luka berat dan ringan. Sementara lima korban yang tewas itu, sebelumnya hanya empat orang yang berhasil dievakuasi sejak Selasa sore (14/6) sampai malam hari. Sementara satu korban lagi divakuasi kemarin. ‘’ Supaya  infomasi tidak simpang siur. Dipastikan jumlah korbannya 10 orang. Lima meninggal dan lima mengalami luka,” ungkapnya.

 
BACA :
>>  Jembatan Ambruk, 5 Pekerja Tewas
>>  Polisi Periksa Penanggung Jawab Proyek
 
BACA JUGA :  Kabid Bina Marga PU Kembali Diperiksa

Lima korban yang tewas ini yakni Khairul Anwar, 35 tahun warga  Sekarteja Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur.    Akmaludin,  45 tahun warga Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.    Yus  30 tahun, sebagai  warga Sekarteja Kecamatan Selong.  Yasir 19 tahun warga Sekarteja, Kecamatan Selong dan  Mulyadi 30 tahun warga Sekarteja, Kecamatan Selong.

Dijelaskan, proses evakuasi satu korban yang tewas ini memang membutuhkan waktu yang lama. Kesulitan disebabkan karena mayat korban ditimpa beton yang tebal, sehingga tim harus lebih berhati-hati. ‘’ Kita terus berusaha membersihakan mayat korban dari timbunan beton. Ini yang lama,” terangnya.

Dijelaksan, evakuasi kemarin merupakan yang  terakhir. Dari 10 korban itu, lima yang selamat masih dalam perawatan intensif.  Sementara lima yang tewas, empat lebih dulu telah diserahkan ke pihak keluarganya. Dan satu lagi baru dievakuasi.

‘’ Dari lima korban tewas, ini yang terakhir kita evakuasi,” pungkasnya.

Sementara salah satu korban yang selamat dan dirawat di RSUD Selong kondisinya cukup parah. Korban tersebut diketahui bernama Amaq Hirfan warga Sanggeng Pancor. Korban ini mengalami luka sirus dibagian kepala. Selian luka lebam, korban juga terancam buta total karena matanya tertutup penuh material  beton.

‘’ Ayah saya tidak bisa melihat, karena matanya parah tertutup material,” jawab putri korban, Husnawati. (lie)