Satu Keluarga Kesetrum Kabel Listrik Liar

Satu Keluarga Kesetrum Kabel Listrik Liar
KORBAN: Salah satu korban yang terkena setrum kabel Listrik PLN yang jatuh ke laut yang memakan korban 8 orang yang masih satu keluarga. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kabel listrik liar kembali memakan korban. Delapan orang kembali menjadi korban akibat disengat kabel listrik liar yang melintas di atas laut. Akibatnya, kedelapan orang tersebut mengalami luka bakar, santu di antaranya bahkan harus dirujuk ke RSUD dr Raden Soedjono Selong.

Delapan orang ini di antaranya Masiah 32 tahun, asal Dusun Tutuk Desa Jerowaru dibawa ke RSUD Selong, Masnah 45 tahun, warga Dusun Tutuk Desa Jerowaru, Inaq Masnur 74 tahun, warga Dusun Penyambak Desa Pandan Wangi, Putri 10 tahun, warga Dusun Jor Desa Jerowau, Aqila Ananda Putri 4 tahun, warga Dusun Jor Desa Jerowaru, Imam 3 tahun, warga Dusun Tutuk Desa Jerowaru, Azran 10 tahun, warga Dusun Tutuk Desa Jerowaru, dan Novia Lestari 21 tahun, warga Dusun Jor Desa Jerowaru. “Sementara yang tidak menjadi korban saya sendiri dan Amaq Fajar,’’ ungkap Jahman, pengemudi perahu yang ditumpangi delapan orang korban ini.

BACA JUGA: Pembangunan Proyek Ancol Mini Terancam Mangkrak

Jahman yang berada di bagian belakang menjadi pengemudi menceritakan, saat itu sekitar pukul 09. 00 Wita. Ia baru saja pulang dari Makam Tanjah-Anjah bersama keluarganya. Saat pegi, kondisi air laut sedang dalam keadaan surut, tetapi saat pulang dari makam, airnya sedang naik. Saat sampai di lokasi kejadian tepatnya antara Gili Re dengan Gili Kuri, ia melihat kabel di depan. Ia mencoba mematikan mesin sampan tapi perahunya masih terus melaju hingga kabel itu mengenai tumpangannya bernama Putri. Baru kemudian setrum aliran listrik itu merembet ke penumpang lainnya. ‘’Penumpang yang lain terkena aliran listrik ini karena bersandar di pinggir. Aliran listrik menyengat korban pertama bernama Putri,’’ sambungnya.

Kata Jahman, perahunya kemudian terpental setelah kabel listrik itu menyengat penumpangnya. Kabel itu sempat tersangkut di kantir sampannya tapi kemudian didorong oleh Amaq Fajar. Kabel yang sudah lepas dari sampan itu kemudian tiba-tiba mati tanpa aliran setrum lagi. ‘’Kita bersyukur setelah sekian lama tersengat aliran listrik tiba – tiba mati,” ujarnya.

Di tengah laut, katanya, sudah ada tiang listrik tetapi jaraknya cukup jauh. Sehingga kabel ini berada di permukaan laut, bahkan ada kabel yang sudah tenggelam, sehingga nelayan yang akan melintas di laut ini tentunya akan menabrak dan bisa jadi korban hingga meninggal dunia. “Kalau kejadiannya pada malam hari, pada saat nelayan sedang melaut tentunya ini sangat berbahaya, bisa – bisa korbannya meninggal dunia,” katanya.

Korban lainnya Masnah mengaku sangat kaget pada saat melihat keluarganya tersengat aliran listrik. Apalagi yang menjadi korban pertama adalah anak kecil yang berada di depan sampan. “Pada saat itu saya kaget dan sempat minta tolong, tapi karena berada di tengah laut, tidak ada orang yang dengar,” ceritanya.

BACA JUGA: Pantai Labuhan Haji Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Dengan melihat percikan api dan korban sudah mulai terkelupas, Jahman dan Amaq Fajar bisa menyelamatkan diri setelah Jahman mendorong menggunakan kayu. Meski demikiann ia tetap kena setrum karena api dari kabel ini masih menyala. “Setelah mati percikan kabelnya kemudian kita bisa selamat dan melanjutkan pulang, setelah itu sampai di pinggir warga langsung menolong kita dan dibawa ke Puskesmas Jerowaru,” ujarnya.

Di tengah laut ini, katanya, ada tiga kabel yang melintas, tetapi satu kabel yang tidak berkulit berada di atas air dengan jarak sekitar satu jengkal dari atas laut. Bahkan sebagian kabelnya ini sudah ada yang menyentuh air, sehingga tarikannya begitu kuat yang membuat sampan tidak bisa lepas dari kabel. “Kita tidak pernah berpikir kalau kabel ini akan berbahaya, karena pada saat berangkat kabel ini letaknya agak atas,” ujarnya.

Sementara, kata Jahman lagi, di lokasi yang sama pernah ada nelayan meninggal. Korban sedang melaut waktu itu dan tidak melihat kabel yang jatuh ke laut, sehingga nelayan ini tersangkut. “Waktu itu kejadiannya malam hari, saya lupa kejadiannya itu,” katanya.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya berharap kepada PLN agar segera melakukan perbaikan dan bertanggung jawab atas kejadian ini. Agar tidak ada kejadian yang serupa. “Pokoknya saya minta PLN bertanggung jawab, karena akibat kelalaian dari PLN 8 orang menjadi korban,” katanya.

BACA JUGA: Pantai Labuhan Haji Kerap Dijadikan Tempat Mesum

Sementara itu, Perawat Puskesmas Jerowaru Ayunan Heri menyampaikan, dari jumlah korban yang tersengat aliran listrik, dua orang yang mengalami luka bakar yang sangat serius, atas nama Putri dan Masiah. “Sementara Masiah ini dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka bakar sebanyak 15 persen, dan tangan kirinya tidak bisa bergerak,” katanya.

Manajer PLN Cabang Selong, Rizal yang dikonformasi via ponsel selulernya beum bisa memberikan keterangan terkait kejadian ini. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut