Satu JCH NTB Meninggal Dunia

Ilustrasi Jamaah Haji Lansia.

 MATARAM – Kabar duka datang dari jamaah haji NTB yang telah berada di Jeddah.

Salah satu jamaah haji asal Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo  Kabupaten Bima, atas nama Imo Ahmad Umar, 69 tahun meninggal dunia.

Imo Ahmad Umar meninggal dunia pada Kamis dini hari (1/9). Ia bagian dari Kelompok terbang (Kloter) 06 Embarkasi Lombok yang diberangkatkan pada hari Selasa lalu (30/8). “Kita turut berduka cita, semoga Allah menerima niat mulia beliau yang tetap ingin berangkat haji di usia 69 tahun,” terang Kepala Bidang Urusan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah NTB Maad Umar kepada Radar Lombok Kamis siang (1/9).

Berita duka ini telah disampaikan ke pihak keluarga, namun sampai saat ini Maad mengaku belum mengetahui penyebab meninggal dunia jamaah tersebut. “Saya belum dapatkan informasi penyebab meninggalnya, mengingat sebelum berangkat kesehatannya sudah diperiksa di asrama dan dinilai mampu melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.

Maad juga tidak merinci apakah Imo Ahmad Umar berangkat dalam kondisi sakit atau sehat. Berbagai informasi saat ini tengah digali dari berbagai pihak. Apalagi belum lama jamaah haji kloter 6 sampai di Jeddah.

Atas pristiwa duka ini, pihaknya akan semakin memperketat pengawasan kesehatan para jamaah haji. Jangan sampai niat baik untuk melaksanakan rukun Islam membuat jamaah haji mengabaikan kesehatannya. “Kita juga tentu akan tingkatkan terus soal pelayanan kesehatan sebelum berangkat, kalau memang tidak memungkinkan lebih baik ditunda keberangkatannya daripada terjadi hal-hal diluar keinginan kita semua,” ucap Maad.

Dirinya mewakili pemerintah menghimbau kepada seluruh para jamaah haji untuk benar-benar memperhatikan dan menjaga kesehatan. Baik sebelum berangkat maupun setelah berada di tanah suci. Dalam menjalankan ibadah haji, kesehatan sangat utama.

Apabila ada Jamaah Calon Haji (JCH) yang merasakan gejala-gejala aneh atau sedang sakit diminta tidak sungkan-sungkan untuk memberitahu petugas. “Ingat banyak keluarga yang menunggu di rumah, jaga kesehatan dengan baik. Jangan terlalu banyak aktivitas yang mubazir,” pesannya.

Kepada semua keluarga JCH juga diharapkan untuk terus memberikan doa agar perjalanan ibadah haji tahun ini berjalan lancar tanpa adanya korban. “Kami akan selalu pantau dan melakukan komunikasi intensif dengan petugas yang ada di tanah suci,” ucap Maad.

Jumlah  JCH  Provinsi NTB yang berangkat sejak tanggal 23 Agustus sampai 5 September nanti sebanyak 3.596 orang. Kloter 01 berangkat pada tanggal 23 Agustus lalu, kloter 02 masuk asrama tanggal 23 Agustus dan berangkat 24 Agustus pukul 14.25 Wita, Kloter 3 masuk asrama tanggal 25 dan berangkat tanggal 26 Agustus, kemudian hari berikutnya kloter 4 tanggal 27. Kloter 5 masuk asrama tanggal 28 dan berangkat 29 Agustus, hari berikutnya dilanjutkan oleh kloter 6, lalu kloter 7 dan kemudian kloter 8.

Untuk kloter 9 akan masuk asrama mulai 3 September besok dan berangkat tanggal 4 September. Terakhir kloter 10 dan 11 masuk asrama di hari yang sama tanggal 4 September dan berangkat ke Jeddah juga sama tanggal 5 September pada jam yang berbeda. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut