Satu JCH Gagal Berangkat

PRAYA-Satu jamaah calon haji (JCH) asal Lombok Tengah bernama Abdul Karim, 58 tahun, asal Kelurahan Leneng Kecamatan Praya, terpaksa gagal diberangkatkan pada kloter pertama karena sakit.

Abdul Karim yang masuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) AL-Aqobah, pimpinan TGH Ma’arif Makmun Darek Kecamatan Praya Barat Daya, mengalami hemoglobin (HB) rendah. Sehingga Abdul Karim harus dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di Mataram. Praktis, jumlah JCH pada kloter pertama asal Lombok Tengah, berkurang dari 355 menjadi 354 jamaah. ‘’Abdul Karim diputuskan tim medis untuk tidak diberangkatkan,’’ beber Kasi Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lombok Tengah, H Ihsan Fahroni, kemarin (23/8).

Kata Fahroni, semestinya Abdul Karim akan berangkat bersamaan istrinya. Keinginannya itu terpaksa digagalkan lantaran penyakit yang dideritanya kambuh. Tapi, bukan berarti Abdul Karim gagal berangkat jika kesehatannya membaik. Dia bia dijadwalkan pada pemberangkatan kloter embarkasi Lombok selanjutnya. “Kalau sudah dikatakan sehat oleh tim medis, insya Allah pada pemberangkatan kedua tanggal 28 Agustus atau pemberangkatan terakhir tanggal 4 September,” ungkapnya.

Namun, sambung Fahroni, jika kesehatan Abdul Karim tidak juga membaik sampai batas waktu pemberangkatan kloter terakhir. Maka, dia harus mengikuti pemberangkatan haji susulan tahun 2017 mendatang. Informasi kesehatan Abdul Karim sendiri membutuhkan empat kantong darah dan sudah diberikan satu kantong. “Informasi yang saya terima kalau jamaah itu masih butuh 3 kantong darah HB,” tuturnya.

Fahroni menyarankan agar semua JCH yang belum berangkat menjaga kesehatannya. Mereka harus banyak istirahat dan mengurangi tamu, sehingga kesehatannya tetap terjaga. ‘’Kesehatan jamaah sangat diperlukan, terutama fisik mereka karena haji membutuhkan fisik yang kuat,’’ imbuhnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL), I Gusti Ngurah Ardita melepas JCH kloter pertama, sekitar pukul 09.30 Wita, kemarin. Para jamaah ini akan terbang langsung dari BIL menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Madinah, Arab Saudi. Mereka diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz, sekitar pukul 09.05 waktu Arab Saudi. “Sejauh ini belum ada kendala yang ditemui selama keberangkatan. Semuanya berjalan lancar,” ungkap Ardita.

Dijelaskan, pesawat Garuda jenis Airbus yang mengangkut JCH sebanyak 354 orang, nantinya akan mendarat sementara di Minangkabau International Airport, Padang, Sumatera Barat. Persinggahan pesawat ini bukan untuk transit, tapi untuk mengisi bahan bakar karena perjalanan jauh. “Karena perjalanan jauh, makanya akan singgah di Padang untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu langsung melanjutkan penerbangan kembali,” terangnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid