Satu Guru Positif Corona, SMAN 1 Selong Ditutup

SELONG – Salah satu guru SMAN 1 Selong dinyatakan positif terpapar Covid-19. Dengan adanya kasus ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB meminta kepala SMAN 1 Selong agar menutup proses pembelajaran tatap muka dan beralih menerapkan belajar dari rumah (BDR) atau online.

“Laporan tentang SMAN 1 Selong saya dapatkan Ahad lalu dan sudah saya minta untuk ditutup sementara guna melakukan tracing guru dan siswa lainnya,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB Dr H Aidy Furqan kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurut informasi yang didapatkan dari Kepala SMAN 1 Selong bahwa guru inisal LMAI ini sempat datang ke sekolah mengajar sebelum dinyatakan positif.

“Sebelum dinyatakan positif LMAI sempat mengajar,” jelasnya.

Untuk diketahui, kronologis kasus tersebut, bahwa guru yang positif terpapar Covid-19 ini memegang mapel Matematika dan mengajar di kelas XII.  

Berdasarkan penjelasan istri guru yang bersangkutan, selama Januari 2021 yang bersangkutan hanya melakukan tiga aktivitas, yakni menjenguk keluarga di Kecamatan Wanasaba, menghadiri acara keluarga dan ke sekolah selama dua kali, yakni Selasa (5/1) dan Sabtu (9/1). Sedangkan komunitas lain tidak pernah kumpul.

Selanjutnya, Jumat (8/1) LMAI sudah mengeluh sakit, dan Sabtu (9/1) yang bersangkutan masuk sekolah. Karena tidak tahan, LMAI langsung pulang. Selama di sekolah tidak pernah bersalaman sama siapapun dan Senin (11/1) yang bersangkutan masuk RSUD dr. Soedjono Selong.

“Pada Sabtu (16/1), pihak sekolah mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan dan seorang dokter yang mengurusnya terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara anggota keluarga yang lain, negatif,” jelasnya.

Dengan kasus tersebut, pihak sekolah langsung memulangkan seluruh siswa dan guru. Selanjutnya dilakukan penyemprotan di seluruh ruangan, serta ada tiga guru yang duduk bersama LMAI masuk dalam penelusuran kontak.

“Tiga guru yang masuk dalam penelusuran tersebut sedang melakukan rapid tes. Dan mulai tanggal 18-23 Januari SMAN 1 Selong melakukan pembelajaran daring,” katanya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Selong, Dr Sri Wahyuni mengaku pihaknya telah melaporkan langsung kepada Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan.

“Guru yang Positif Covid-19, yakni guru Matematika dan sedang perawatan di RSUD dr Suedjono Selong,” ujarnya.

“Setelah diketahui pada Sabtu 16 Januari, kita langsung pulangkan anak, dan melakukan penyemprotan di semua tempat yang ada di sekolah,” tuturnya.

Setelah itu, pihak sekolah juga langsung melakukan penelusuran terkait siapa saja warga sekolah yang pernah kontak langsung sama dan ditemuakan tiga orang guru yang pernah kontak langsung dengan LMIA.

“Terhadap tiga guru itu, kita langsung mita untk melakukan rapit tes, dan hasilya baru saja saya di kirmkan, dan hasilnya negatif semua” tandasnya

Lebih lanjut, Sri wahyuni, menceritakan bahawa salah seorang guru yang terkonfirmasi Positif Covid-19 itu, di ketahui memang sudah lama tidak pernah masuk sekolah.

“Beliau tidak masuk sekolah Sekitar 10 hari, dan sempat masuk pada Sabtu 9 Januari lalu, tapi hanya sebentar. Karena merasa kurang sehat lalu dia pulang,” jelasnya.

Sri Wahyuni juga mengukapakan, bahwa pihak sekolah juga sudah kosultasi ke Dikbud NTB perihal kasus tersebut.

“Kita langsung diarahkan BDR saja dulu selama tiga hari, mulai Senin sampai Rabu, sambil menunggu hasil rapid tes dari tiga guru yang pernah kontak sama LMIA,” katanya. (adi)