Satu Daerah Zona Kuning, Lima Daerah Kembali Zona Oranye

dr. Nurhandini Eka Dewi (dok/)
dr. Nurhandini Eka Dewi (dok/)

 MATARAM— Peta zona risiko Covid-19 di  Provinsi NTB kembali berubah karena masih tingginya penyebaran dan penularan penyakit ini.

 Saat ini,  tinggal satu daerah yang masih bertahan menjadi zona kuning (resiko rendah). Sementara lima kabupaten/kota yang pernah zona kuning dan bahkan pernah zona hijuh (tidak terdampak) tapi justru kembali menjadi zona oranye (risiko sedang). Dari data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB hingga Jumat (7/8) daerah yang kembali berubah menjadi zona oranye yakni  Kota Bima yang sebelumnya berubah dari  zona hijau lalu  kuning  dengan jumlah kasus positif sebanyak 74 orang dengan rincian 22 orang sudah sembuh, satu orang meninggal serta 51 orang masih positif.

 Kedua, Kabupaten Dompu yang sebelumnya sudah zona kuning kembali menjadi zona oranye, dengan jumlah kasus posisif sebanyak 54 orang, dengan rincian 43 orang sudah sembuh, dua orang meninggal serta 9 orang masih positif. Ketiga, Kabupaten Sumbawa sebelumnya zona kuning berubah menjadi zona oranye dengan jumlah kasus positif sebanyak 99 orang dengan rincian 55 orang sudah sembuh, dua orang meninggal serta 42 orang masih positif.

 Keempat, Kabupaten Sumbawa Barat yang sebelumnya sudah zona kuning kembali berubah menjadi zona oranye dengan jumlah kasus postif sebanyak 22 orang dengan rincian 14 orang sudah sembuh, satu orang meninggal serta tujuh orang masih positif. Kelima, Kabupaten Lombok Utara yang sebelumnya sudah zona kuning kembali berubahan menjadi zona oranye dengan jumlah kasus positif sebanyak 75 orang, dengan rincian 49 orang sudah sembuh, tiga orang meninggal serta 23 orang masih positif.   Sementaran, satu kabupaten masih zona kuning  hanya Kabupaten Bima  dengan jumlah kasus positif sebanyak 40 orang, dengan perincian 32 orang sudah sembuh, nihil kasus meninggal serta 8 orang masih positif.

 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan, perubahan kambali peta zona risiko Covid-19 dibeberapa daerah dipengaruhi sesuai perhitungan dari 24 indikator yang menjadi dasar sehingga berubah. Diantaranya bertambahnya kasus baru positif selama dua minggu terakhir secara berturut-turut. “Itu hasil perhitungan dari 24 indikator yang ada di daerah,”katanya.

 Sendangkan Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih bertahan dengan status zona merah (risiko tinggi). Dengan jumlah kasus positif di Kota Mataram sebanyak 945 orang, dengan perincian, 590 orang sudah sembuh, 64 orang meninggal serta 291 orang masih positif. Kemudian Lombok Barat jumlah kasus positif sebanyak 532 orang, dengan perincian, 311 orang sudah sembuh, 34 orang meninggal serta 178 orang masih positif.

 Selanjutnya, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur juga masih bertahan dengan status zona oranye (risiko sedang). Dengan jumlah kasus positif di Lombok Tengah sebanyak 165 orang, dengan perincian, 120 orang sudah sembuh, delapan orang meninggal serta 37 orang masih positif. Sedangkan Lombok Timur jumlah kasus positif sebanyak 208 orang, dengan perincian, 141 orang sudah sembuh, 11 orang meninggal serta 56 orang masih positif. (sal)