Satgas Vaksinasi NTB Gas Poll Vaksinasi di Lombok Tengah

Dokter Jack: Kejar Target 70 Persen Vaksinasi di Loteng Hingga 4 Oktober 2021

FOTO BERSAMA: Direktur RSUD Provinsi NTB, dr H Lalu Herman Mahaputra bersama Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal, foto bersama usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Lombok Tengah. (faisal haris/radarlombok)

MATARAM—Satuan Tugas (Satgas) Vaksinasi NTB yang di Nahkodai oleh Direktur RSUD NTB, dr H Lalu Herman Mahaputra, terus menggenjot percepatan laju vaksinasi di NTB. Target 70 persen capaian harus segera terealisasi, agar herd immunity (kekebalan kelompok) terbentuk, dan berbagai event internasional yang dihajatkan akan digelar di NTB, juga bisa terlaksana dengan lancar.

Dokter Jack, sapaan akrab Direktur RSUD Provinsi NTB menyampaikan bahwa saat ini tim vaksinasi sedang fokus menggempur Kabupaten Lombok Tengah yang akan menjadi lokasi pusat kegiatan event internasional seperti World Superbike (WSBK) pada November mendatang, dan MotoGP di tahun 2022.

“Lombok Tengah saat ini sesuai data terbaru, sudah 50 persen masyarakatnya yang tervaksin, minimal sisa 20 persen lagi harus kita kebut dan datang dari dusun ke dusun. Hingga tanggal 4 Oktober, Insya Allah target 70 persen terlampaui,” kata Dokter Jack, Selasa (28/9).

Upaya percepatan vaksinasi yang terus dilakukan tersebut, tentu juga harus melibatkan peran serta semua stakeholder. Baik dari Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten dan RSUD Provinsi NTB bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB, yang setiap harinya terus menyebar hingga pelosok di Kabupaten Lombok Tengah, untuk mendatangi sasaran vaksinasi.

BACA JUGA :  Curi 12 AC RSUD NTB Pakai Tangga, Warga Babakan ini Diringkus

“Ikhtiar bersama ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan, agar percepatan laju vaksinasi, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi Daerah Pariwisata Super Prioritas bisa terus berjalan hingga terbentuk herd immunity,” ujarnya.

Ke depan Satgas Vaksinasi Provinsi NTB, sambungnya, juga akan menyisir seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat (NTB), agar sebaran vaksinasi merata di seluruh wilayah NTB. “Semangat ini harus terus kita pupuk, agar Tim Satgas Vaksinasi dapat menuntaskan percepatan vaksinasi Covid-19. Tentunya dengan bantuan semua pihak dan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin Covid-19, sehingga berbagai kendala yang terjadi saat ini tidak menjadi kendala berarti ke depannya,” ucap dokter bergaya nyentrik ini.

Selama beberapa minggu belakangan katanya, Tim Vaksinator RSUD Provinsi NTB bersama Polri dan TNI tanpa lelah terus turun dari pagi hingga petang mencari sasaran vaksinasi dari satu dusun ke dusun lainnya, atau door to door mendatangi rumah-rumah warga memberikan edukasi dan pemahaman bahwa vaksin Covid-19 sangat aman dan halal bagi masyarakat. Mengingat tak sedikit masyarakat kita yang takut vaksin karena termakan berita hoax tentang efek pasca vaksin.

BACA JUGA :  Dirjen P2P Apresiasi Batalyon PCARE Bentukan Polda NTB

Serbuan vaksinasi ini sangat efektif dilakukan, sehingga di beberapa Kecamatan di Lombok Tengah per harinya bisa mencapai sasaran 5000 orang lebih. Berbagai cara edukasi dan pendekatan dilakukan Tim dari Polri maupun TNI yang dipimpin langsung oleh para Pejabat Utama Polda NTB dan Korem 162 Wira Bhakti yang disebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Lombok Tengah, dan juga dievaluasi setiap harinya langsung oleh Kapolda dan Wakapolda NTB yang melaksanakan peninjauan.

Selain itu, Satgas Vaksinasi NTB juga meminta pendampingan dari Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota, agar tim di lapangan bisa segera menyelesaikan kendala Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mati (sudah tak berlaku), sehingga pelaksanaan vaksinasi bisa terus berjalan dengan normal.

Dokter Jack, selaku Ketua Satgas Vaksinasi NTB, juga tak henti-hentinya mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat di NTB untuk berbondong-bondong datang, serta ikut program vaksinasi Covid-19 di fasilitas kesehatan terdekat. “Sukseskan program Pemerintah, agar kita segera bangkit dari pandemi dan pelaksanaan berbagai event internasional di NTB dapat berjalan lancar serta perekonomian bisa kembali pulih,” pungkasnya. (sal/*)