Satgas TRC Lobar Tindak Lanjuti Kedatangan Jenazah Positif Covid-19

AKBP Bagus S Wibowo S.IK (ist/)
AKBP Bagus S Wibowo S.IK (ist/)

GIRI MENANG -Gugus Tugas Penaganan Covid-19 Lombok Barat terutama Satgas Tim  Reaksi Cepat (SCR) Covid-19 Lobar  masih mempelajari penyebab  kedatangan jenazah yang diduga terjangkit Covid-19 beberapa waktu  lalu.

 Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S Wibowo selaku ketua tim SCR  Covid-19 Lombok Barat menyampaikan  dalam hal ini semua pihak mempunyai kaitan hingga jenazah positif Covid-19 tersebut dibawa ke  Lombok Barat setelah meninggal dunia di Bali. Dari hasil koordinasi yang telah dilakukan terhadap pihak pelabuhan, termasuk pihak-pihak  di Provinsi Bali, didapatkan keterangan jika  keluarga jenazah ini tidak bersabar menunggu proses yang sedang berjalan. Sesuai dengan standar penanganan Covid-19 yaitu, ketika menemukan ada pasien yang diduga terjangkit dengan Covid-19 ini harus dilakukan swab. Sementara hasil swabnya tidak serta merta langsung diketahui. Nah, saat itulah pihak keluarga ini menginginkan jenazah  dipaksanakan untuk segera dibawa ke kampung halamannya di Desa Giri Trembesi Kecamatan Gerung.” Pihak keluarga yang memahami memaksa ingin segera memulangkan jenazah. Dari pihak rumah sakit tidak bisa menahan keinginan keluarga itu, sehingga jenazah itu dibawa ke kampung halamannya,” ungkapnya Jumat (22/5/2020).

  NP warga Desa Trembesi meninggal dunia di Bali saat dalam perjalanan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah. Tidak sabar menunggu hasil swab, jenazah oleh keluarganya lalu dibawa pulang. Hasil swab yang menyatakan NP positif Covid-19 justru keluar setelah  jenazah tiba di kampung halamannya dan selesai dikresmasi sekitar pukul 02.00 Wita Selasa lalu (19/5/2020). Dalam proses pemakamannya telah dilakukan dan ditangani langsung oleh SCR Penanganan Covid-19 unit pemakaman, sesuai dengan SOP protokol keselamatan Covid-19.  Dinas Kesehatan Lombok Barat sendiri telah melakukan rapid tes terhadap anggota keluarga NP. Hasilnya, ada sembilan orang hasil tesnya reaktif. Dinas setempat menindaklanjutinya dengan melakukan swab.

 Menurut  Bagus, peristiwa ini akan menjadi pembelajaran untuk semua pihak, khususnya untuk gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat.” Ini didalami oleh gugus tugas Covid-19 Lombok Barat, tentang sejauh mana celah dalam menangani Covid-19 di Lombok Barat. Sehingga diharapkan kedepannya tidak ada lagi terjadi keadaan seperti ini,” imbuh Kapolres.

 Setelah kejadian tersebut, gugus tugas langsung merapatkan barisan melakukan evaluasi, dalam upaya pencegahan Covid-19 di kabupaten Lombok Barat. Disamping itu, dengan adanya kejadian ini diharapkan semakin meningkatkan optimalisasi gugus tugas dalam menangani Covid-19 di Lombok Barat. Dari sekian banyak kendala-kendala maupun kondisi yang dialami oleh anggota gugus tugas Covid-19 di lapangan, tentunya ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan cara bertindak di lapangan.

Sebagai contoh, sampai saat ini masih ditemukannya oknum-oknum masyarakat yang mencoba menyusup masuk ke wilayah Lombok Barat ini dengan cara menumpang  di kendaraan-kendaraan truk yang datang.

Ini akan menjadi perhatian sehingga penyeberangan pelabuhan barang maupun orang di pelabuhan akan lebih diperketat  lagi.(ami)