Lagi, Satgas Razia Anak Punk

MATARAM – Satuan tugas (Satgas) Disosnakertrans bersama personil Pol PP Kota Mataram kembali merazia anak-anak punk yang selama ini mangkal di perempatan dan membuat resah pengguna jalan. Kemarin, ada 10 anak punk terjaring razia di perempatan Bung Karno, Gebang.

Kepala Disosnakertrans Kota Mataram H. Ahsanul Khalik mengatakan, 10 anak punk itu telah didata dan diserahkan ke Sat Pol PP Kota Mataram untuk dilakukan pembinaan.

Anak punk ditangkap setelah ada laporan dari masyarakat terkait aktivitas mereka. Selain mengamankan atribut yang melekat di tubuh mereka, petugas juga mencukur rambut mereka. “ Saat ditangkap, mereka semua mengenakan atribut berupa kalung, gelang, tindik dan lain-lain. Biasanya mereka bawa Sajam, makanya kita minta lepas semuanya,” ungkapnya.

Hal ini sebagai langkah antisipasi adanya pesta anak punk di Kota Mataram. Dari informasi yang ada, akan digelar pesta anak punk di Mataram pada tanggal 4 September mendatang.” Kita terus gencar menyisir mereka. Masyarakat juga kita harapkan untuk tetap memberikan informasi,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Pol PP Kota Mataram Khaerul Anwar mengatakan, kelompok anak muda model begini mulai marak. Mereka  mengenakan atribut dan menunjukkan tingkah laku anak "punk" seperti potongan rambut "mohawk" ala suku indian, atau dipotong ala "feathercut" dan diwarnai dengan warna-warna yang terang. Baju mereka lusuh pertanda anti kemapanan, anti sosial, dan melakukan tindakan kriminal  kelas rendah, dan dilaporkan sering menggangu pengguna lalu lintas. “ Mereka memalak orang yang lewat, kalau tidak diberi mobil orang dicoret pakai paku atau benda keras lainnya. Intinya masyarakat resah, makanya ditangkap untuk dibina," pungkasnya.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid