Satar Bantah Cabuli Calon Istrinya

Satar Bantah Perkosa Calon Istrinya
KLARIFIKASI: Inaq Deli ibu kandung AK dan Satar calon suaminya memberikan keterangan di Praya kemarin. (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Dugaan kekerasan seksual yang menimpa AK (inisial) murid kelas V SDN 1 Setanggor Kecamatan Praya Barat, terbantahkan.

Ibu AK, Inaq Deli bersama Satar calon suami AK mengklarifikasi semua tuduhan Miji selaku paman AK di media massa. Inaq Deli mengatakan, santernya pemberitaan di media massa terkait dugaan pemerkosaan yang dilakukan Satar terhadap anaknya tidak benar. Karena kepergian anaknya bersama Satar murni ingin merajut bahagia membina rumah tangga. Keduanya sudah sama-sama ikhlas menikah hingga Satar kemudian membawa ke rumahnya di Labuan Haji Lombok Timur.

Sebelum anaknya pergi, lanjut Inaq Deli bertutur, ia sempat menanyakan soal mantap tidaknya niat anaknya ingin menikah. Hal itu juga dia lakukan bersama beberpa keluarga lainnya. Oleh anaknya menyatakan kemantapan hatinya ingin menikah dan membina rumah tangga bersama Satar.  “Sebelum dia (AK) berangkat, saya Tanya dulu bersama sejumlah keluarga. Ternyata dia mau dan ikhlas menikah dengan Satar,” tuturnya.

Dengan kesiapan anaknya itulah, Inaq Deli juga berpikiran sama. Bahwa dia tidak bisa melarang jika anaknya ingin menikah. Karena keinginan untuk membangun rumah tangga itu murni datang dari keinginan anaknya. “Tanggung jawab dan hak ibu ada batasannya. Masak dia ingin menikah terus saya larang,” cetusnya.

Bagaimana dengan soal umur AK yang masih 13 tahun? Inaq Deli membeberkan, umur anaknya bukan 13 tahun seperti yang disebutkan paman anaknya Miji dalam pemberitaan. Umur anaknya sudah masuk 17 tahun dan tidak lagi tergolong sebagai anak-anak. ‘’Tapi saya lupa tanggal dan tahun lahirnya. Cuma umur anak saya bukan 13 tahun tapi lebih,’’ jelasnya.

Dengan umur anaknya yang sudah tak lagi anak-anak, Inaq Deli mengaku, usia anaknya sudah cukup matang untuk berumah tangga. Dengan alasan itulah ia kemudian mengizinkannya menikah dengan Satar. Tetapi, masalah itu kemudian dipersoalkan keluarga suaminya dengan menebar isu yang tidak benar. “Umur anak saya sudah 17 tahun dan saya rasa sudah bisa berpikir matang. Makanya ketia AK minta menikah dengan Satar, saya izinkan,” akunya.

Bukankah AK masih kelas V SD? Inaq Deli tak menampik kenyataan anaknya yang masih duduk di bangku kelas V SD. Akan tetapi, status anaknya saat ini sama sekali tak bisa menjadi patokan soal besar umurnya. Sebab, keluarga Inaq Deli tidak pernah menetap di suatu tempat sebelumnya.

Waktu itu, AK tidak pernah sekolah. Nah, setelah AK berumur 12 tahun, barulah ia menetap di Desa Setanggor bersama suami dan keluarganya. Saat itulah, AK kemudian masuk SD bersama dengan anak-anak yang masuk berumur 6-7 tahun. Sehingga umur AK masih diperkirakan 13 tahun. Tetapi, umur AK sebenarnya sudah 17 tahun. ‘’Sebelumnya keluarga kami pindah-pindah untuk mencari rezeki. Ketika AK umur 12 tahun baru kami menetap di Setanggor dan menyekolahkannya,’’ ingatnya.

Untuk itu, Inaq Deli membantah semua tudingan yang dilayangkan Miji paman AK. Di mana sebelumnya, Miji mengaku bahwa keponakannya sudah dibawa lari oleh Satar. Miji kemudian menduga keponakannya diperlakukan tidak senonoh selama bersama Satar. Miji menduga Satar telah menodai keponakannya.

Hal ini dibuktikan setelah Miji menemukan AK di wilayah Lombok Timur. AK kemudian divisum dan ditemukan ada pendarahan di bagian kemaluannya. Sehingga Miji menduga kuat ada kekerasan seksual yang dilakukan Satar terhadap keponakannya. ‘’Semua itu tidak benar, anak saya tidak pernah diperkosa atau pun disiksa seperti yang diberitakan. Anak saya juga tidak pernah divisum,’’ bantahnya.

Pengakuan Inaq Deli kemudian ditimpali Satar calon menantunya. Satar menuturkan, dia berani membawa AK setelah mendapatkan restu ibunya. Bahwa sebelumnya dia sudah mengutarakan niatnya ingin mempersunting AK. Satar ingin membawa niatnya duduk di pelaminan dan mewujudkannya ke atas ranjang pengantin.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Niat Satar ternyata kesampaikan setelah mengutarakan niatnya kepada calon istri dan ibu mertuanya. Keduanya sama-sama setuju hingga kemudian memawa AK ke rumahnya. “Saya minta izin dulu dan saya juga minta persetujuan dari AK. Ketika ditanya sama ibunya dia mau dan langsung saya bawa pulang ke Lombok Timur,” katanya.

Kenapa Anda lari ketika keluarga AK datang menjemputnya? Kata Satar, saat itu situasinya sangat genting. Sehingga ia memilih untuk melarikan menyelamatkan diri. Tetapi, bukan berarti ia melepaskan tanggung jawab sebagai seorang lelaki yang telah berniat menikahi anak orang. “Kalau saya tidak mau bertanggung jawab, ngapain saya datang bersama ibu kandung istri saya,” jelasnya.

Satar menambahkan, AK diperlakukan layaknya seorang pengantin selama bersamanya. Ia tidak pernah menganiaya atau pun berbuat kasar seperti yang diisukan selama ini. Jika kemudian ada bengkak di bagian wajah AK, semua itu dilakukan oleh kerabat ayah AK. ‘’Itu dilakukan di rumah kepala dusun Setanggor Barat,’’ pungkasnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid