Sarif-Sukri Mental, NasDem Malah Usulkan Istrinya Sarif

TANJUNG–Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem NTB sudah menerima tiga nama bakal calon kepala daerah (balon kada) yang diusulkan DPD NasDem Kabupaten Lombok Utara (KLU). Yakni Bupati KLU Najmul Akhyar, mantan Bupati KLU Djohan Sjamsu, dan Karina. Karina adalah istri kedua Wakil Bupati KLU Sarifudin. Adapun Sarifudin yang mendaftar sepaket dengan Muhammd Sukri (Sarif-Sukri) malah tak diusulkan oleh DPD NasDem ke DPW.

Usulan NasDem KLU inipun menjadi pertanyaan, dikarenakan hanya Sarif-Sukri yang hadir di acara Rakernas NasDem di Jakarta akhir pekan kemarin. Tetapi Karina waktu itu juga mendampingi Sarif.

Terkait hal tersebut, NasDem KLU mengaku, apa yang diusulkan ke DPW, sudah sesuai proses penjaringan di daerah. “Saya bentuk tim yang bertugas bertemu dengan masing-masing balon kada. Sarif waktu itu sibuk tidak bisa ditemui, hanya perwakilannya saja. Tim itu ingin menanyakan dari seluruh aspek kesiapan dari balon seperti partai dukungan, kesiapan pasangan, kesiapan finansial. Jadi, banyak hal yang perlu kita pertanyakan. Tidak sederhana. Tidak ketemu langsung kita tidak tulis namanya,” ungkap Ketua DPD NasDem Lombok Utara, Datu Rahadin kepada Radar Lombok, Jumat (15/11).

Tim yang bertugas itu kemudian membahas di tingkat pleno, dan akhirnya menyimpulkan tiga nama untuk diusulkan. Yakni Najmul Akhyar, Djohan Sjamsu, dan Karina. Ketiga tokoh ini bisa ditemui dan menyatakan kesiapan maju. Bahkan Karina, istri Sarif yang ditemui sangat siap menyatakan maju. “Dua-duanya (Sarif dan Karina) serius maju itu, makanya ini menjadi fenomena baru. Saya sudah ketemu dua-duanya,” terangnya.

Datu mengaku bisa bertemu Sarif saat pleno tingkat DPD tuntas. Waktu itu ia mengatakan serius maju. Tetapi sesuai aturan, namanya tak bisa bisa diusulkan ke DPW. Hanya saja, Sarif masih memiliki peluang diusulkan oleh DPW ke DPP. “Di provinsi itu masih memiliki peluang lagi dua orang nama diusulkan. Kalau di kabupaten sudah cukup tiga,” jelasnya mantan Sekretaris Pemekaran KLU ini.

Adapun terkait kehadiran Sarif-Sukri beserta Karina di Rakornas NasDem kata Datu, ia sendiri tidak mengetahui secara pasti. Kemungkinan Karina punya hubungan baik dengan DPP. Sementara Sarif kemungkinan ada tugas di Jakarta sehingga hadir bersama dengan Muhammad Sukri. “Yang jelas waktu itu yang dapat undangan Karina,” katanya.

Terkait suami istri yang serius mencalonkan diri, Datu mengaku tidak mengetahui apakah itu bagian dari strategi atau lainnya. Sebab, ketika mereka ditemui, dua-duanya serius maju dan siap bersaing. Di antara mereka berdua juga tidak ada persoalan, santai. “Kita tidak tahu apa isi dalamnya, mereka berdua mendaftar di banyak partai bukan di NasDem saja. Jadi, saya tidak tahu apakah mewakili Sarif atau sebaliknya,” ungkapnya.

Sementara itu, juru bicara Sarifudin, Abdullah menerangkan, kaitan Sarif-Sukri tak diusulkan DPD NasDem ke DPW, pihaknya menyerahkan kepada partai terkait. Yang jelas pihaknya sudah mengikuti proses yang ada. Namun siapa yang mendapatkan SK usungan, nanti tergantung DPP. “Kemarin sudah menghadap ke DPP berkomunikasi internal, kejelasan nantinya, tidak mengapa tidak disebutkan tapi kita mengikuti proses itu,” terangnya.

Terkait mendaftarnya Karina, Abdullah enggan berkomentar lebih jauh. (flo)