Santri Tewas Saat Liburan di Pantai Galeri

MENINGGAL :Korban Taufik Hidayat yang ditemukan meninggal di Pantai Galeri, Jerowaru pada Minggu pagi (8/11/2020) dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.(ist)

MATARAM- Seorang santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ihya’ Ulumuddin Masbagik, Lombok Timur, Taufik Hidayat (14 tahun) ditemukan meninggal di Pantai Galeri, Jerowaru, pada Minggu pagi (8/11/2020) sekitar pukul 06.00 Wita.

Korban ditemukan oleh warga yang sedang mencari karang di sekitar lokasi dan dilaporkan ke petugas kepolisian. Diduga korban tenggelam saat berwisata ke pantai ini. Polisi kemudian melakukan evakuasi ke Puskesmas Jerowaru. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka di Dasan Lendang, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Pihak MTs Ihya’ Ulumuddin membenarkan korban adalah santrinya.Kepala MTs Ihya’ Ulumuddin, M. Syarifuddin mengatakan bahwa korban sebelumnya ke lokasi dalam rangka liburan bersama dengan teman-temannya pada Sabtu (7/11/2020). Dimana liburan ini diinisiasi pihak sekolah. “Semua santri dari Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin ikut. Kita berangkat menggunakan tiga engkel (kendaraan minibus), dua mobil pribadi dan enam sepeda motor,”ungkapnya.
Rombongan berangkat ke lokasi sekitar pukul 08.00 Wita dan sampai di lokasi sekitar satu jam kemudian. Selanjutnya rombongan bersantai-santi menikmati suasana hingga beberapa jam disana. Korban kemudian dikabarkan menghilang sekitar pukul 13.00 Wita. “Saat itu kita mau salat. Korban kata temannya mau pergi buang hajat dulu tetapi karena temannya sudah mengambil wudhu korban diminta menunggu. Saat orang salat korban pergi sendiri dan setelah itu tak ada kembali,”ungkapnya.
Pihak sekolah kata Syarifuddin sudah berusaha melakukan pencarian dengan dibantu masyarakat hingga petugas keamanan desa (BKD). Namun hingga malam tak kunjung ditemukan. Upaya pencarian kemudian dihentikan sementara. Korban baru ditemukan pada keesokan harinya.

Kejadian ini disesalkan oleh pihak keluarga korban. Ayah korban yaitu Arifin menduga ada kelalaian dari pihak sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. “Kami juga menyayangkan pihak Madrasah yang telat memberitahu kami kejadiannya. Saya baru tahu pas malamnya,”ungkapnya.
Mengenai penyebab kematian korban, Arifin mengaku belum mengetahui secara pasti.
Pihaknya kini menunggu hasil dari penyelidikan pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Daniel mengatakan bahwa pihaknya telah turun ke TKP guna melakukan evakuasi dan memeriksa saksi-saksi. “Korban diduga meninggal karena tenggelam. Mayatnya telah divisum dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,”ungkapnya.
Saat ini pihaknya tengah menunggu langkah yang akan diambil pihak keluarga. Apakah kasus ini akan dibawa ke jalur hukum atau tidak.”Masih menunggu laporan keluarga,”tutupnya. (der)