Santri Al-Ishlahuddiny Kediri Dibekali IT

Al-Ishlahuddiny
Pelatihan : Santri Al-Ishlahuddiny Kediri diberikan pelatihan penggunaan IT oleh Santripreneur Indonesia. (Ist-For Radar Lombok)

GIRI MENANG Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Ishlahuddiny Kediri Kabupaten Lombok Barat, dibekali ilmu teknlogi (IT) dan kewirausahaan ‘Santripreneur Indonesia’, Rabu lalu (27/2). Sosialisasi dan pelatihan Santripreneur tersebut hadir sebagai pembicara Dr Sudjatmogo (Dewan Penyelaras Usaha Santripreneur Indonesia) dan KRT Noorwahyudi (Konsultan dan Praktisi Bisnis).

Gagasan dari Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang teknologi informasi acara yang bertajuk Bakti Kominfo, untuk Negeri mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur Melalui Sosialisasi Entrepreneur Digital untuk Santri’’.

Teknologi informasi dan komunikasi layaknya dua mata pisau, membawa dampak yang sangat positif jika digunakan secara bijak dan optimal, misalnya pembelajaran melalui internet atau bahkan wadah untuk berwirausaha. Jika tidak digunakan secara bijaksana, generasi muda akan terseret oleh dampak negatif dari sosial media maupun internet.

Asisten I Pemkab Lobar H Ilham menyampaikan, pelatihan penggunaan IT sangat positif. Penggunaan IT, secaras bijak sangat penting, apalagi pemerintah terus mengembangkan infrastruktur, sehingga santri-santri siap untuk memanfaatkannya.

“Kami sangat bahagia dengan adanya acara ini, semoga acara ini dapat berlanjut dan bermanfaat bagi santri-santri Al-Ishlahuddiny khususnya,” kata Ilham.

Sementara itu, itu Dr Mohammad Sobirin menyampaikan bahwa teknologi informasi bagi siswa-siswi mempunyai sisi positif dan negatifnya.  Sisi positifnya bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Sementara sisi negatifnya bisa menjerumuskan para siswa-siswi, jika tidak dibimbing dan diberikan pengarahan yang baik.

“Santri harus memaksimalkan sisi positif dengan adanya media sosial. Misalnya digunakan untuk mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Ishlahuddiny TGH Muchlis Ibrahim  menyambut baik kegiatan pelatihan. Ia sangat senang sekali atas kedatangan tim Santripreneur yang telah mengadakan acara ini.

“Semoga acara ini benar-benar dimanfaatkan oleh santri-Santri dalam mengembangkan keahlian diri terutama dalam hal bisnis/berwirausaha,’’ katanya. (dir)