“Sampoerna untuk Indonesia” Selenggarakan After School Program 2017

sampoerna after school
Pembukaan; kala DR. Bambang Irianto, selaku Program Manager Implementation PSF School Development Outreach menyampaikan sambutannya.

Lombok Timur, 24 Mei 2017 – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui program tanggung jawab sosial perusahaan “Sampoerna untuk Indonesia”, bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) School Development Outreach kembali menyelenggarakan After School Program (ASP) di tahun 2017.

Sebagai rangkaian dari ASP kali ini, beragam kegiatan akan dilaksanakan, antara lain koordinasi, ToT (Training of Trainers) sekolah batch 1 (14 sekolah), Workshop Penguatan Program Ekstrakurikuler untuk sekolah batch 2 (14 sekolah), dan Workshop Program Penguatan Program Ekstrakurikuler untuk sekolah batch 3 (22 sekolah), baseline study, seminar/sarasehan orang tua/wali murid, implementasi ekstrakurikuler, coaching – mentoring, penyelenggaraan festival day, pelaksanaan ajang kreativitas siswa, dan endline study.

Kegiatan Pembukaan telah dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Mei 2017 di Kantor Dinas Dikbud Lotim. Dihadiri oleh perwakilan dari 50 SD/MI peserta program, segenap Kepala UPT Dikbud di lokasi program, perwakilan HM Sampoerna Tbk, PSF School Development Outreach, dan pejabat Dinas Dikbud Lotim.

“Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Sampoerna untuk Indonesia untuk mengembangkan potensi minat dan bakat yang dimiliki siswa-siswi di Indonesia. Tumbuh kembang anak yang optimal menjadi dambaan masyarakat Indonesia. Kami berharap ke depan, akan bermunculan generasi-generasi penerus bangsa yang cerdas, terampil, dan kreatif”, tutur Ervin Laurence Pakpahan, Head of Stakeholders, Regional Relations & CSR Sampoerna.

Di tahun kelima pelaksanaan ASP ini, program akan melibatkan ± 5.000 siswa, ± 250 Kepala Sekolah/Guru, ± 300 Pelatih/Pembina ekstrakurikuler dari 50 SD/MI dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. Beragam stakeholders akan digandeng untuk turut mensukseskan program ini; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kwarcab Pramuka, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), dll.

DR. Bambang Irianto, Program Manager Implementation PSF School Development Outreach mengungkapkan, “ASP adalah upaya mendidik anak secara seimbang baik akademik maupun non-akademik. Kami melihat bahwa sisi non-akademik, seringkali kurang diperhatikan oleh sekolah. Melalui program ini kami berharap sekolah lebih peduli terkait dengan perkembangan anak didik yang tidak hanya fokus pada pengembangan sisi akademiknya”.

Sementara itu, Lalu Suandi, S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur menyampaikan bahwa program pengembangan ekstrakurikuler sangat tepat dilaksanakan di Lombok Timur. Lebih lanjut beliau menyampaikan, “Anak-anak menjadi lebih berani dan percaya diri dalam mengekspresikan dirinya. Membangun integritas pribadi sejak dini sangat dibutuhkan di era digital dewasa ini. Anak-anak butuh ruang kreatif untuk ekspresi dan apresiasi yang membangun dari segenap pihak untuk tumbuh kembang yang optimal”. Tutupnya (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid