Sampah Kota akan Diolah Jadi Listrik

PERTEMUAN : Sekda Kota Mataram H. Effendy Eko Saswito saat berdialong dengan Direktur CPE Cell Paul Yoou di ruang kerjanya kemarin (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM– Hingga kini Pemkot Mataram belum berhasil menangani sampah. Namun disisi lain, melimpahnya sampah menjadi daya tarik CPE Cell, sebuah lembaga CDM dan Renewable Energy Developer asal Korea. Lembaga yang konsentrasinya di isu lingkungan ini berencana mengolah sampah kota menjadi listrik.

Menggandeng Universitas Mataram sebagai mitra kerja, CPE Cell berkomitmen mengelola sampah di dua tempat yakni Kota Mataram dan Lombok Barat dengan durasi waktu selama tiga tahun dengan nilai investasi mencapai 55 juta Dolar Amerika. Direktur CPE Cell  Paul Yoou menemui Sekda Kota Mataram H. Effendy Eko Saswito kemarin.

Paul menyampaikan, dengan volume sampah mencapai 600 ton setiap hari, diperkirakan akan dapat menghasilkan 40 Mega Watt listrik setelah melalui proses pengolahan. “ Tetapi perlu dikaji dulu karena tidak semua jenis sampah bisa dijadikan biomas, itu yang kita mau lakukan ini,” jelasnya.

Ia mengaku survei awal menunjukkan potensi di dua tempat Kota Mataram dan Lobar itu bisa dipenuhi. Sebelumnya pernah dilakukan ujicoba di Sumbawa, hanya saja belum memenuhi target sampah. “Jadi 600 ton sampah perhari sepertinya terpenuhi karena di beberapa tempat masalahnya adalah rutinitas untuk pengumpulan sehari-hari,” ungkapnya.

Untuk mengolah sampah, tim dari Korea telah menyiapkan alat yang berfungsi untuk memilah mana sampah organic dan mana yang anorganik. Dalam sistem sudah dirancang. Jadi intinya adalah begitu ini jalan maka tidak ada lagi akan kotoran semua berfungsi dimanfaatkan sebagai biomas pembangkit tenaga listrik, jika mungkin menjadi sumber energi bagi pabrik-pabrik yang potensial kita bangun kedepan,” ungkapnya.

Pihaknya memilih Kota Mataram dan Lobar sebagai sasaran mengingat sampah yang ada di Kota Mataram dan Lobar setelah dilakukan survei merupakan sampah paling cocok untuk dijadikan sebagai bahan listrik.”Jadi tidak akan terjadi krisis listrik. Pemkot hanya menyediakan lahan sekitar 2 hektar nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu Sekda Kota Mataram H. Effendy Eko Saswito menyambut baik rencana ini. Apalagi sampah di Kota Mataram yang terus menjadi masalah.” Kita sangat respon, kita juga minta keseriusan dari pihak ketiga dari Korea itu,” ungkapnya.

Persoalan lahan nantinya akan menjadi pembahasan dan akan menjadi masukan di APBD 2017 mendatang.  Karena bukan hanya Korea, namun juga banyak yang sudah tertarik untuk pengolahan sampah seperti Prancis. “ Kita harapkan keseriusan investor. Pemkot tentunya minta juga seperti apa rencana tersebut,” pungkasnya.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid