Sambut WSBK, Pengusaha Senggigi Berbenah

Suhermanto
Suhermanto

MATARAM – Sejumlah pengusaha hiburan di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat kembali menggeliat setelah dua tahun belakangan ini sempat vakum dampak pandemi Covid-19. Para pelaku usaha hiburan di kawasan wisata Senggigi kini berangsur-angsur membaik setelah adanya beberapa event di gelar di Senggigi dan jelang World Superbike (WSBK).

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Suhermanto mengatakan, pelaku usaha hiburan Senggigi bersama Dinas Pariwisata Lombok Barat bekerja sama untuk menyambut event WSBK dengan baik. Terlebih banyaknya rangkaian acara dari kalender event Lombok Barat sampai berakhir WSBK nanti. Gelaran motor balap WSBK ini ditunggu untuk semua wilayah termasuk Indonesia dan Lombok Barat juga memanfaatkan moment ini untuk mengisi bergagai hiburan para tamu yang berkunjung ke Lombok.

“Situasi sekarang berangsung – angsur membaik. Karena kita sama – sama tahu diberlakukan PPKM itu berdampak sekali untuk sektor pariwisata, terutama ekonomi secara menyeluruh,” ungkap Suhermanto, Ahad (14/11).

BACA JUGA :  Aruna Senggigi Hotel Gelar Kegiatan Sosial Donor Darah

Banyaknya event yang dilakukan di Senggigi diharapkan tidak hanya daerah Senggigi saja yang bergerak, tetapi bisa juga berdampak pariwisata pada seluruh wilayah di NTB, baik itu di Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram, termasuk Lombok Tengah sebagai tempat gelaran WSBK.

“Harapankan kita di utara menggeliat, Lombok Timur dan Kota Mataram lebih semangat, tapi ini belum kelihatan sama sekali. Dunia hiburan di Kota Mataram sudah banyak, bahkan jumlah lebih banyak dari di Senggigi,” imbuhnya.

Jadi event-event yang banyak dilaksanakan oleh Lombok Barat beberapa waktu belakangan ini bukan sebagai ajang bersaing, tetapi lebih kepada menggaet tamu atau wisatawan untuk datang dan menetap lebih lama. 

“Lebih mengutamakan kita sebagai tuan rumah, apa yang diberikan kepada tamu-tamu agar mereka betah di sini,” ucapnya.

BACA JUGA :  Aruna Senggigi Gelar Donor Darah Peringati Hari Kesehatan

Di sisi lain, Herman mengaku belum sepenuhnya pulih usaha hiburan di kawasan wisata Senggigi. Masih ada beberapa pelaku usaha yang sementara masih menutup Usahanya, karena melihat kondisi dari masing-masing pengusaha tidak memungkinan untuk segera membuka usaha mereka setelah terpuruk karena pandemi Covid-19 yang berkepenjangan. Terlebih untuk buka kembali mereka membutuhan biaya operasional besar.

“Kita juga sudah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Artinya mereka yang tutup juga lagi mengatur strategi,” jelasnya.

Sementara itu, setelah NTB mengikuti program pemerintah pusat terkait dengan pencapain vaksinasi, khususnya di Lombok Barat sudah mendekati 80 persen. Karena masyarakat sudah paham akan pentingnya protokol kesehatan agar mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

“Kalau di pengusaha sudah 90 persen vaksin. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi dan 100 persen pulih semua usaha dan bisnis,” harapnya. (dev)