Sakit Hati, Arya Sebar Foto Seks dengan Pacar

DIAMANKAN: Satreskrim Polresta Mataram mengamankan MAA alias Arya, pelaku dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – MAA alias Arya (22) harus berurusan dengan Polisi. Pemuda asal Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram ini nekat menyebarkan foto seks berhubungan badan yang dilakukan dengan kekasihnya yang masih berusia 16 tahun.

Pelaku menyebarkan foto tersebut ke kakak korban, melalui pesan WA. Alasan pelaku menyebarkan foto tersebut lantaran sakit hati dengan korban. “Saya sakit hati, gara-gara dia (korban) pergi nge-camp sama cowok lain,” ungkap Arya di Satreskrim Polresta Mataram, Jumat (21/6).

Arya mengetahui pacarnya pergi camping setelah diberitahukan salah seorang teman. Arya mengaku sudah pacaran 2 tahun 6 bulan, sejak pacarnya itu duduk di bangku kelas 3 SMP. Selama berpacaran, Arya mengaku hanya dua kali berhubungan seks dengan korban. “Sekali di rumah saya, dan sekali di penginapan,” sebutnya.

Berhubungan layaknya suami istri diklaim pelaku tidak ada unsur paksaan. “Kita sama-sama mau,” katanya.
Termasuk mendokumentasikan saat mereka berhubungan seks. Itu dilakukan atas kesepakatan bersama. Namun, foto tersebut disebar lantaran ia merasa sakit hati. “Sakit hati saja pak,” terangnya.

Kasus ini dilaporkan oleh ayah kandung korban, yang juga berasal dari Kota Mataram. Ayah korban melapor setelah diperlihatkan foto yang dikirim pelaku oleh kakak korban, Senin (17/6), sekitar pukul 05.00 WITA. “Sempat disampaikan oleh pelaku juga, bahwasanya foto tersebut sempat dikirim ke kakak korban. Alhasil pihak keluarga korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Jumat (21/6).

Setelah melihat foto tersebut, bapak korban menanyakan langsung kepada korban apa maksud dari sejumlah foto mengandung asusila yang dikirim pelaku. “Korban mengaku sudah berpacaran dengan pelaku sejak kelas 3 SMP. Dan sudah sering kali melakukan hubungan badan,” cetusnya.

Korban mengaku sering berhubungan seks dengan pelaku karena diancam. Korban takut jika tidak menuruti keinginan pelaku, foto tersebut akan disebar. “Ada pemaksaan, ketika tidak melakukan hubungan badan, akan disebar foto itu,” ungkapnya.

Pelaku ditangkap Kamis malam (20/6), sekitar pukul 21.30 WITA di rumah kepala lingkungan setempat. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 76D UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

“Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, denda paling banyak Rp 5 miliar. Pelaku sudah kami tetapkan tersangka dan ditahan,” tutup Yogi. (sid)

Komentar Anda