Sakit, Dua CJH Lotim Ditunda Berangkat

H. Muksin (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sebanyak dua Jemaah Calon Haji (JCH) Lombok Timur (Lotim) yang masuk kloter empat  terpaksa ditunda keberangkatannya ke tanah suci, Jum,at lalu (26/8). Penundaan karena kondisi mereka sedang sakit, sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan.

Kedua JCH tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Lotim belum bisa memastikan, apakah mereka bisa diberangkatkan tahun ini. Semua itu masih menunggu informasi dari pihak medis yang menangani.

“Masih menunggu keadaan mereka. Dilihat kondisi mereka dulu. Sehingga kita tidak berani untuk mengatakan, pasti atau tidaknya mereka berangkat,” ungkap Kasi Haji Kemenag Lotim, H. Muksin kemarin (30/8).

Meski demikian pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak dokter. Soal keberangkatannya, itu semua tergantung kondisi kesehatan mereka. “Tetap kita komunikasi dengan dokter yang menangani,” lanjutnya.

Sementara terkait keberangkatan kloter ke tujuh, rencananya akan diberangkatkan Rabu hari ini (31/8). Kloter tujuh ini jumlah JCH-nya sebanyak 25 orang. Mereka ini masuk kloter gabungan, dan akan diberangkatkan bersama dengan JCH dari Sumbawa. “Saat ini koper para JCH kloter tujuh sudah masuk,” ujar Muksin.

Keberangkatakn JCH kloter tujuh melalui kantor Kemenag setempat. Selanjutnya mereka akan dibawa ke asrama haji di Mataram. Sorenya kemudian dibawa ke Bandara Lombok Internasional Airpot (LIA) untuk diterbangkan ke Bandara Jeddah, Makkah. “Pelepasanya dari kantor Kemenag,” jelasnya.

Dari 828 JCH asal Lotim tahun ini, mereka diberangkatkan dalam empat kloter. Dari empat kloter itu, dua kloter utuh dan dua kloter campuran. Kloter utuh yaitu kloter empat yang sudah berangkat terlebih dahulu, dan satu kloter delapan. Sedangkan kloter campuran yaitu kloter tujuh dan kloter sepuluh. “Kloter terakhir atau kloter sepuluh berangkat tanggal 4 September mendatang,” sebutnya.

Kloter sepuluh yang masuk kloter campuran ini, JCH Lotim akan berangkat dengan jemaah haji dari Mataram, Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Tengah (Loteng). Semua keberangkatan JCH dipastikan akan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. “Tidak ada masalah. Semua jemaah haji kita sudah ada visanya,” sebutnya.

Selama menjalankan ibaha haji, setiap kloter akan didampingi lima  orang petugas. Mereka terdiri dari ketua kloter, TPIH atau pemandau haji, dan TKHI atau tim kesehatan terdiri dari satu dokter dan dua orang perawat. “Mereka ini nanti yang akan mendampingi jemaah haji dari embarkasi sampai mereka pulang,” pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid