Sahril Terpilih Jadi Ketua AKAD Lobar

CALON : Tiga calon Ketua AKAD menunjukkan nomor urut mereka sebelum pemilihan berlangsung pada Musda AKAD kemarin (8/4). (Fahmy/Radar Lombok )

GIRI MENANG – Kepala Desa Jeringgo Kecamatan Gunung Sari, Sahril, terpilih menjadi ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Barat dalam Musda AKAD Lobar yang digelar di Gerung kemarin. Sahril terpilih setelah unggul satu suara dari rivalnya, Romi Purwandi (Kades Badrain Kecamatan Narmada) yang ada di posisi kedua. Posisi ketiga ada Hasbi (Kades Kuripan Kecamatan Kuripan).

Karena tidak mencapai mufakat, peserta menyampaikan dukungan melalui sistem voting dengan total suara yang diperebutkan sebanyak 72 suara.

Dalam pemilihan Sahril mendapatkan 28 suara, Romi Purwandi meraih 27 suara, serta Hasbi memperoleh 16 suara.

Musda berjalan cukup alot, terutama pada saat pembahasan tata tertib dan aturan terkait posisi Pjs (penjabat sementara) Kades apakah memiliki hak suara atau tidak. Karena dari 119 jumlah desa, ada 25 desa yang sedang dipimpin oleh Pjs. Setelah melewati perdebatan akhirnya peserta menyepakati Pjs tidak diberikan hak suara untuk memilih.

Awalnya ada empat calon yang mendaftar. Setelah pemeriksaan berkas, salah satu calon, Mawardi, dianggap tidak memenuhi syarat.

Ketua Panitia Musda AKAD, Amirullah, menerangkan dari total 119 Kades, hanya 94 Kades yang berhak menyalurkan hak pilih. “ Sesuai kesepakatan bersama (Pjs) tidak dimasukkan. Hanya 72 yang tetap hadir, sisanya ada yang absen dan pulang duluan hanya menghadiri pembukaan,” terangnya.

BACA JUGA :  Dishub NTB Minta Pamkab Lobar Urus PJU Mati

Bagi kepengurusan yang baru terdapat PR yang menunggu terkait legalitas AKAD yang belum memiliki akta. Sebagai awal perumusan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga( AD/ART). Kemudian melegalkan di notaris untuk badan hukumnya.“Sehingga nanti siapapun yang melanjutkan estafet kepemimpinan AKAD tidak perlu mengulang dari nol. Tetapi hanya melanjutkan kepengurusan saja,” sambungnya.

Kedepan pihaknya berharap AKAD di bawah kepemimpinan Sahril bisa menjadi jembatan desa dengan Pemkab Lobar. AKAD berkembang dan maju dan menjadi wadah tempat berkumpulnya kepala desa. Sebab diakuinya sebelumnya komunikasi desa dengan Pemkab sempat tersumbat. Karena periode dahulu terkesan politis dan berkotak. Akhirnya kepengurusan AKAD vakum.“Semoga di bawah kepemimpinan beliau, AKAD kembali ke jalurnya sebagai penghubung pemerintah desa dan kabupaten. Sebagai penghubung desa dengan APH (Aparat Penegak Hukum) bagaimana menjalin sinergi,” harapnya.

BACA JUGA :  Bekas Kades Menemeng Berpotensi Korupsi Lagi

Sementara itu saat pembukaan Musda, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengharapkan siapapun yang terpilih bisa mengembalikan AKAD sesuai posisinya. “ Sudah lama AKAD ini sedikit vakum. Diharapkan dengan Musda ini AKAD bisa menujukkan dirinya aktif dan berkolaborasi membangun desa,” harapnya.

Di samping itu pemimpin yang terpilih bisa mendukung kebijakan pusat terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro demi menekan Covid-19. Terlebih dengan adanya Permendagri dan Permenkeu untuk pengunaan 8 persen Dana Desa (DD) mendukung PPKM itu.“Kalau melihat zona kita sekarang pada posisi zona kuning, tapi kita tak cepat berbangga. Karena belum zona hijau,” jelasnya.

Menurutnya langkah PPKM itu juga membantu dalam meningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Pasalnya Fauzan mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Lobar berada di posisi ke dua terbawah setelah KLU. Hal ini disebabkan karena sektor pariwisata yang paling terdampak Covid-19. “Pariwisata itu 35 persen penyumbang pertumbuhan ekonomi. Meski pertumbuhan pertanian meningkat namun sumbangsihnya hanya 12 persen. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi PPKM itu satunya caranya,” tegasnya. (ami)