Sahnan: Pendidikan Karakter Benteng Kemajuan Zaman

MATARAM—Kemajuan zaman, selain memiliki dampak positif terhadap kehidupan manusia, ternyata juga menyisakan sisi negatif. Pelan namun pasti, kemudahan mengakses berbagai informasi dari berbagai belahan dunia yang ditawarkan, membuat perubahan besar pada karakter masyarakat.

Sehingga kalau globalisasi itu tidak dibentengi dengan pendidikan karakter yang baik, masyarakat, khususnya generasi muda akan mengalami krisis moral, dan akan begitu mudah terjun dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan lainnya.

“Karena itu, adanya kegiatan-kegiatan positif yang mendidik para pelajar kita di NTB. Seperti Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat pelajar SMP/Mts se NTB yang digelar Museum Negeri NTB ini, tentu sangat kami apresiasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PGRI NTB, Drs Sahnan, yang dijumpai usai pembukaan Lomba Cerdas Cermat Museum NTB, Selasa (20/8/2019).

Menurut Sahnan, lomba cerdas cermat seperti yang digelar Museum NTB itu, dapat menambah ilmu dan wawasan para peserta didik, khususnya pengetahuan tentang sejarah daerah sendiri, sejarah nusantara, bahkan dunia.

“Pendidikan karakter memang sudah seharusnya diberikan kepada warga negara sejak usia dini. Karena itu, mengapa kami di PGRI NTB, yang merupakan wadah bagi para pendidik atau guru ini, senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada para peserta didik,” sebut Sahnan.

Kedepan lanjut Sahnan, hendaknya kegiatan mendidik seperti lomba cerdas cermat yang diikuti para pelajar ini, tidak hanya dilaksanakan oleh Museum Negeri NTB saja. Namun lembaga atau instansi lain, baik pemerintah maupun swasta, juga menggelar kegiatan serupa, atau pun dalam bentuk lain, yang dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan para peserta didik.

“Pendidikan karakter yang baik, akan membantu para peserta didik untuk membangun karakter pribadinya. Sehingga kedepan akan menjadi manusia-manusia yang tangguh, pintar, dan cerdas, namun tetap tidak melupakan akar budaya leluhur, termasuk agamanya,” ucap Sahnan.

“Harapan kami di PGRI NTB, kedepan kegiatan lomba cerdas cermat seperti yang digelar Museum NTB ini tidak terbatas diikuti oleh para pelajar tingkat SMP atau Madrasah Tsnawiyah saja, melainkan juga para murid SD/MI dan SMA/MA,” pungkas Sahnan. (gt)