Rutan Selong Lombok Timur Diubah Jadi “Pesantren” ?

Rutan
Ilustrasi Rutan

SELONG – Rumah tahanan (Rutan) Selong yang selama ini terkesan menjadi tempat menyeramkan dan mengerikan, diubah menjadi tempat layaknya pesantren.

Kepala Rutan Selong Kurnia Panji Pamekas mengatakan, berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Selong menjadikan Rutan tersebut bukan lagi dianggap sebagai penjara melainkan pesantren. Terbukti dengan kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti pengajian, belajar iqra, belajar qur’an, tajwid, tadarrus dan tafsir. “Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa WBP secara rutin dan 32 orang WBP mengikutinya secara tetap yang dilaksanakan di musala,” katanya kemarin.

Ia mengatakan, Rutan yang diubah jadi pesantren mengacu pada kondisi sebagian besar warga Lombok Timur yang beragama Islam. Agama merupakan tiang sehingga diberikan binaan bagi penghuni Rutan. “Bagi saya, warga binaan yang ada di dalam Rutan hidup dengan seni akan terasa indah, tapi hidup dengan agama akan terarah,” katanya.

Dengan pemberian pelajaran agama layaknya di pesantren, para warga binaan setelah keluar nanti hidup mereka kian terarah.” Jadi normanorma agama kita berikan kepada penghuni. Setelah keluar akan menjadi terarah,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, selain mengubah Rutan menjadi pesantren, saat ini di Rutan ada terobosan baru yang baru seperti pengadaan warung telekomunikasi (Wartel) agar warga binaan bisa berkomunikasi dengan anggota keluarga mereka. “ Wartelsus yang kita buat ini untuk memudahkan para WBP berhubungan dengan keluarganya,” jelasnya. (wan)