Rusni Dekati Amin

Ahmad Rusni
Ahmad Rusni (Ahmad Yani/Radar Lombok)

MATARAM—Kandidat calon guebrnur NTB, H Ahmad Rusni sejauh ini masih belum memiliki calon pendamping di pilkada NTB 2018 nanti.

Ia mengaku telah menjajaki komunikasi dengan sejumlah figur. Beberapa tokoh yang disebutnya telah diajak berkomunikasi yakni,  Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Bupati Bima Indah Damanyanti Putri dan Rektor UBS Bima Dr. Suprin. “Soal calon wakil masih terus kita komunikasi dan jajaki,” katanya, kepada Radar Lombok, di kediamanya Senin kemarin (17/7).

Hanya saja, dalam komunikasi politik yang dibangun, jelasnya, belum ada keputusan final. Namun pihaknya sudah memiliki kesepahaman dan sudut pandang sama terkait arah pembangunan NTB kedepan. Dalam menentukan calon wakil, terangnya, pertimbangan geopolitik kewilayahan menjadi prioritas. NTB yang terdiri dua pulau, yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, ia ingin menggandeng wakil asal Pulau Sumbawa.

Tak hanya itu, pertimbangan lain pihaknya yakni, tingkat elektabilitas dan popularitas pendamping juga harus signifikan. Namun lebih dari itu, chemistry  kedua belah pihak juga harus bertemu.

Ia menargetkan satu bulan kedepan sudah tidak menyandang status jomblo lagi. Sudah ada keputusan final calon wakil pendampingnya.

Rusni menambahkan, selain sudah mendaftarkan diri dari parpol tergabung dalam koalisi poros tengah yakni,  PKB, PAN, PPP dan Hanura, ia pun juga mempersiapkan jalur independen. Andai nanti parpol tidak mengusung dirinya, ia  tetap maju berlaga dalam kontestasi di Pilkada NTB melalui jalur independen.

Ia mengaku, sudah mengumpulkan dua kali lipat KTP sesuai persyaratan Undang-undang Pilkada. Untuk NTB, kandidat harus mengumpulkan sebanyak 300 ribu KTP.

Sejauh ini, pihaknya  telah membentuk tim yang sudah tersebar di semua tingkatan. Mulai dari koordinator wilayah hingga kordinator desa. Tim tersebut sudah dibentuk sejak tujuh bulan lalu.

Kenapa belum ada alat peraga? Ia mengatakan, dirinya belum akan melakukan pemasangan alat sosialisasi. Alat peraga baru akan dipasang jika sudah resmi menjadi calon. (yan)