Rusdi Disekap Hingga Tewas di Kamar Kos

Rusdi Disekap Hingga Tewas di Kamar Kos
TEWAS : Yahdi Rusdi (41 tahun) yang tinggal di rumah kos di Jalan Sandubaya Gang Nuri, RT 09 ditemukan tewas. (Sudirman/Radar lombok)

MATARAM-Warga Bertais dihebokan dengan penemuan mayat Yahdi Rusdi (41 tahun) yang tinggal di rumah kos di Jalan Sandubaya Gang Nuri RT 09. Korban ditemukan terbujur kaku di dalam kamar kosnya.

Awalnya, pemilik kos, Saidun, curiga sejak hari Minggu lalu (6/8) pintu kamar kos korban tidak pernah terbuka. Sementara bau menyengat datang dari dalam kamar. Saidun bersama warga mencoba memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari dalam. Warga lalu mendobrak pintu dan akhirnya menemukan Rusdi sudah tidak bernyawa di tempat tidurnya. Ada ikatan kain di mulut korban. Ada juga tanda memar di bagian mukanya. Korban diduga dibunuh.

Saidun lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Cakranegara. “ Kondisi korban sangat tragis,” ungkapnya kepada Radar Lombok Rabu kemarin (9/8).   Kendaraan korban yang biasa terparkir di depan kos tidak ada. Kendaraan tersebut bermerek Honda Vario.

Sementara itu Kepala Lingkungan Karang Rundun Abdul Hamid menambahkan, dari informasi pemilik kos, korban sempat tidak keluar kamar selama dua hari. Pembunuhan diperkirakan terjadi sekitar Subuh hari Minggu. Tubuh korban telah membusuk dan ada bekas luka di sejumlah bagian tubuh.

Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses otopsi. Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah nampak turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari pihak kepolisian.

Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah mengatakan, pihaknya bersama dengan Satreskrim Polres Mataram sudah melakukan olah TKP. Hasilnya memang benar menemukan adanya sosok mayat laki-laki yang sudah membusuk. ” Kira-kira mayatnya ini sudah empat hari,” ujarnya.

Terhadap mayat ini, masih melakukan pendalaman. Identitasnya pun belum diketahui oleh kepolisian. ” Pemilik kosnya juga belum kita ketahui,” katanya.

Mayat tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkar (RSBH) untuk diotopsi. Proses otopsi ini nantinya untuk mengetahui apakah mayat tersebut meninggal karena pembunuhan atau mengidap penyakit. Penyelidikan mulai dilakukan kepolisian.” Nanti setelah dilakukan otopsi kita bisa ketahui. Apakah meninggalnya ini karena korban pembunuhan. Atau karena sakit. Keterangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali setelah menerima hasil otopsi,” ungkapnya.(dir/gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid