Rusak, Pasar Seni Sengkerang Segera Diperbaiki

AKAN DIPERBAIKI : Pasar Seni Sengkerang yang menjadi sentra penjualan hasil kejarinan rotan dan ketak akan diperbaiki setelah rusak diterjang angin puting beliung. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYADinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah memastikan akan memperbaiki pasar seni atau sentra industri kecil anyaman rotan dan ketak (Roket) di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur yang rusak akibat diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu. Dinas sudah menganggarkan sekitar Rp 200 juta untuk memperbaiki atap bangunan proyek yang menelan anggaran hingga Rp 18 miliar lebih itu. Sehingga dipastikan untuk tahun 2023 ini perbaikan pasar seni itu bisa dilakukan.

Kepala Disperindag Lombok Tengah, HM Suhartono menyatakan, dinas sudah memberikan SK bagi masyarakat atau pengerajin Roket yang menempati  sentra IKM Roket ini. Para perajin bahkan sudah melakukan berbagai macam aktivitas hingga dinas juga sering menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi pelatihan. “Tapi setelah adanya angin puting beliung yang membuat terjadinya kerusakan membuat para perajin membawa pulang kerajinan mereka yang sebelumnya sudah ada di lokasi sembari menunggu kita melakukan perbaikan. Alhamdulilah tahun ini kita akan lakukan perbaikan,” ungkap HM Suhartono kepada Radar Lombok, Jumat (20/1).

Baca Juga :  UAS akan Isi Cermah di Desa Beleka

Suhartono menambahkan, dana perbaikan sentra industri kecil anyaman ketak dan rotan ini dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Meski sebelumnya pihaknya juga sudah bersurat ke BMKG dan melaporkan permasalahan ini juga ke pemerintah pusat kaitan dengan kerusakan yang terjadi akibat bencana itu. “BMKG juga sudah membalas surat kita kaitan dengan menjelaskan keadaan angin yang terjadi saat itu dan surat itulah yang kemudian kita jadikan sebagai laporan ke pemerintah pusat juga. Tapi sembari menunggu kepastian dari pemerintah pusat memang kita di pemda sudah menganggarkan untuk dilakukan perbaikan,” tambahnya.

Baca Juga :  PAD Miras Terancam Hilang

Dikatakan, kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung ini lebih banyak pada atap dan kerusakan hanya sebagian. Namun yang menjadi permasalahan karena memang kerusakan terjadi di gedung utama yang membuat aktivitas para pengerajin ditempat tersebut tidak bisa dilakukan. “Makanya kita hanya anggarkan sekitar Rp 200 juta dan kita yakin dengan anggaran ini akan bisa menyelesaikan perbaikan ditempat itu. Sekarang kita menunggu pencairan mengingat ada informasi akan ada revisi DPA tapi kita sudah konsultasi dengan BPKAD kalau anggaran perbaikan ini menjadi prioritas agar lokasi tersebut bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandasnya. (met)

Komentar Anda