Rusak Parah, Warga Pakuan Narmada Tanam Pisang di Jalan

Warga menanam pohon pisang di jalan rusak di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Jalan rusak di Dusun Pesantek, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada ditanami pohon pisang oleh warga setempat. Ini sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat karena tidak kunjung ada perbaikan.

“Lima batang pohon pisang sengaja kita tanam di titik ruas Jalan Desa Pakuan, Kecamatan Narmada sebagai bentuk protes karena kondisi jalan rusak parah dan berlubang yang tidak kunjung untuk diperbaiki,” ujar sumber Radar Lombok, Jumat (27/8)

Dia menyebut, jalan rusak ini berbahaya. Beberapa kali pengendara sepeda motor terjatuh. “Kami dan warga di sini berharap supaya jalan ini segera untuk diperbaiki,” katanya.

BACA JUGA :  Tim Labfor Bali Turun ke Pasar Narmada

Dia mengaku, tahun 2021 ini adalah tahun ketiga ditanami pohon pisang dan pihak pemerintah tidak ada respons untuk perbaikan jalan yang rusak parah ini. “Kita minta jalan ini untuk segera diperbaiki. Jangan sampai nanti memakan korban. Ini kita minta atas aspirasi masyarakat untuk menyampaikan bahwa kondisi jalan kita sangat butuh perhatian,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Pakuan, Mardan Haris saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan di lokasi jalan raya yang rusak parah tersebut ditanami batang pohon pisang. Menurut dia, sudah berapa kali Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan maupun di Desa untuk diusulkan perbaikan.

BACA JUGA :  TNI Hijaukan Taman Hutan Raya Pakuan

Pada 2021 rencananya mau diperbaiki (hotmix) dari jalan ruas Keru-Sesaot yang kurang lebih panjangnya sekitar 10 kilometer. Tetapi dari informasi Dinas PUPR Lombok Barat tidak ada anggaran karena pendemi covid-19 sehingga program perbaikan jalan ini di tunda. Adapun jalan yang diberikan untuk perbaikan yakni ruas Gontoran-Pasar Lembah Sempage.

Dia berharap jalan yang rusak ini secepat mungkin untuk bisa diperbaiki. “Kita antisipasi musim penghujan. Jangan sampai nanti putus atau tidak bisa dilewati oleh pengguna jalan,” imbuhnya. (ami)