Rusak, 17 Sekolah Dasar Diperbaiki

Makbul Ramen (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Dinas Pendidikan Lombok Tengah akan memperbaiki 17 sekolah dasar (SD) yang rusak tahun 2022 ini. Namun, dari 17 desa tersebut tidak semua bangunan yang rusak diperbaiki mengingat dana terbatas.

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Lombok Tengah, Makbul Ramen menerangkan, jumlah SD yang rusak dan butuh penanganan segera sekitar 120. Tapi karena anggaran yang terbatas membuat pemerintah juga tidak bisa langsung memperbaiki. “Jadi untuk tahun 2022 ini kita hanya bisa memperbaiki 17 SD saja,’’ ungkap Makbul Ramen.

Beberapa SD yang akan diperbaiki, sebutnya, seperti SDN Bilebante, SDN Tanak Awu, dan SDN Dasan Teras Janapria dan beberapa SD lainnya. Namun demikian, perbaikan hanya dilakukan sekadarnya saja mengingat keterbatasan anggaran. Anggaran ini perbaikan 17 SD ini sendiri bersumber dari berbahai pos anggaran. Seperti dana insentif daerah (DID), pokir DPRD, dana alokasi khusus (DAK) hingga dana tidak terduga (DTT). Sebab, jika mengandalkan satu sumber dana saja maka jauh dari cukup untuk menyelesaikan persoalan sekolah yang banyak rusak dan membutuhkan perhatian. “Kita sebenarnya ingin menyelesaikan persoalan sekolah rusak ini secara global agar tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait kondisi sekolah yang rusak. Karena anggaran yang terbatas terlebih kita baru saja bangkit dalam menghadapi pandemi Covid-19 membuat anggaran juga terbatas,” terangnya.

BACA JUGA :  Tunggu Pembeli, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi

Namun pemda juga akan tetap berusaha maksimal dalam melakukan perbaikan terhadap kondisi sekolah yang rusak. Bahkan pihaknya mengaku bahwa selama ini oleh dinas terus berusaha maksimal dalam rangka melakukan perbaikan. “Apalagi misalkan dengan kondisi sekolah yang gawat darurat, maka Pak Kadis juga terus memikirkan agar bagaimana perbaikan sekolah ini terus bisa dilakukan,” tambahnya.

BACA JUGA :  ASN Bandar Sabu Aktif Terima Gaji

Makbul Ramen menegaskan, jumlah SD di Lombok Tengah ada 575 yang negeri dan 42 swasta. Yang mengalami kerusakan dan butuh penanganan hingga mencapai 120. Tapi jumlah tersebut tidak akan bisa ditangani hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. “Makanya kita lakukan perbaikan secara bertahap. Bahkan yang dilakukan perbaikan saat ini saja tidak bisa semua ruangan yang rusak,” tegasnya. (met)