Rumah Warga di Lokasi Sirkuit Mandalika Dirampok

RUMAH KORBAN: Inilah kediaman rumah Lalu Sibawaeh di lokasi lahan pembangunan Sirkuit MotoGP di Desa Kuta, yang menjadi korban aksi perampokan, Selasa kemarin (2/3). (IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA — Nasib apes dialami Lalu Sibawaeh, sudah dua kali rumahnya yang berada di lokasi pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika, mengalami perampokan. Tak hanya sekali, bahkan sudah dua kali dia menjadi korban perampokan.

Kasus perampokan terakhir terjadi Minggu malam lalu. Dimana kawanan rampok bersenjata lengkap menyatroni rumahnya, dan berhasil menggasak dua unit motor yang ada dirumahnya itu. Dia tidak bisa berbuat banyak, karena selain para perampok membawa senjata tajam (Sajam), posisi rumahnya juga jauh dengan rumah warga lainnya.

Disampaikan Sibawaeh, meski kejadiannya telah seminggu lalu, namun sampai sekarang dia belum melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Selain dia yang menjadi korban perampokan, ada juga warga lain yang memiliki nasib sama dengan dirinya.

“Kalau kejadian perampokan pertama memang sudah lama terjadi, yakni tahun 2020 lalu. Tetapi kejadian ke dua ini yang sekitar seminggu lalu. Para pelaku mengambil dua sepeda motor. Padahal motor itu punya orang yang digadai, dan bukan punya kita sendiri. Ada motor vario, dan ada beat merah,” ungkap Sibawaeh kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (2/3).

Dijelaskan, pelaku perampokan lebih dari enam orang, dan masing-masing membawa Sajam. Bahkan barang bukti untuk mencongkel rumah korban, berupa linggis juga masih ada ketinggalan di rumah korban. “Ada linggis dan batu yang digunakan melempar masih ketinggalan. Bahkan sempat saling jawab antara saya dengan para pelaku,” terangnya.

Saat kejadian dia masih bangun, dan hanya bisa teriak minta tolong karena posisi rumahnya yang jauh dengan rumah warga lainnya. Itu terjadi, karena tetangga-tetangganya saat ini sudah banyak yang pindah, setelah lahannya hendak dibangun Sirkuit MotoGP Mandalika. “Jadi kita hanya bisa berteriak untuk melakukan upaya perlawanan, dan orang- orang yang sempat ingin membantu juga mendapatkan pelemparan dari para pelaku,” tegasnya.

Dalam aksi perampokan yang pertama, jelasnya, dia kehilangan alat-alat pertukangan, serta perhiasan dan uang. “Tapi pada malam Sabtu yang lalu, hanya sebatas motor saja yang berhasil diambil,” tambahnya.

Sehari setelah aksi perampokan, pihaknya baru mengetahui kalau para pelaku ternyata juga mengincar anak sapi miliknya. Namun karena sapi itu tidak diikat, para pelaku kesulitan mengambilnya.

Saat kejadian, para petugas atau pekerja di Sirkuit MotoGP juga sempat hendak membantunya. Hanya saja, para petugas yang menjaga alat berat di sirkuit ini juga mendapatkan pelemparan batu, sehingga tidak berani mendekat.

“Kejadian serupa juga dialami tetangga kita. Bahkan ada juga mobil dan kerbau yang diambil. Kita sulit mendeteksi mana orang yang mau berbuat jahat atau tidak. Karena banyak yang berlalu lalang antara penjaga dan lainnya,” tambahnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho mengaku belum mengetahui. Terlebih korban tidak melaporkan kejadian yang menimpanya. “Kapan? Sudah dilaporkan apa belum. Kalau tidak dilaporkan bagaimana kita tahu,” singkatnya. (met)