Rudiantara, Mahasiswa yang Juga Entrepreneur

Rudiantara Mahasiswa yang Juga Entrepreneur
KULIAH SAMBIL USAHA: Rudiantara saat menjual produk pomade di woodsbarbershop di Jalan Sriwijaya, Mataram. (Lukmanul Hakim/Radar Lombok)

Menjadi pengusaha tidak harus menunggu jadi sarjana dulu. Rudiantara membuktikannya. Di saat masih duduk di bangku kuliah, dia sudah memulai usaha dan kini mendatangkan pendapatan yang lumayan besar.


LUKMANUL HAKIM – MATARAM


Sukses tak mesti bisa dinikmati ketika setelah memegang ijazah sarjana. Tapi sukses bisa diraih kapan saja, dimana saja dan meski tanpa harus memegang ijazah sarjana. Hal tersebut dibuktikan Rudiantara, mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram (Unram).  Mahasiswa yang mulai masuk di tahun 2010 ini, memulai usaha dengan modal pas-pasan itu pada pertengahan tahun 2015 lalu.

Ide terjun berbisnis ini muncul ketika Rudi  melihat temannya asal Yogyakarta yang selalu tampil rapi, utamanya di bagian rambut. Teman kuliah Rudi tersebut, ternyata menggunakan pomade yakni  produk yang digunakan untuk membuat rambut tetap stylish dan gaya. Bentuknya padat mirip dengan wax.  Ketika  itu, pomade baru mulai populer booming yang digunakan oleh para artis di televisi.

Berawal dari itu, akhirnya muncul ide untuk menjual pomade. Melalui temannya tersebut, Rudi kemudian memesan pomade sesuai dengan isi kantongnya. Ia kemudian mulai menawarkan kepada teman-teman kampus ataupun teman –teman lainnya. Karena keterbatasan modal usaha, Rudi menggunakan pola free order dan  berhasil memperluas pemasarannya. “Modal terbatas, makanya pesanan berdasarkan orderan. Ketika itu, permintaan untuk pomade cukup laris,” kata Rudi.

Ketika itu, tutur Rudi, pomade lagi booming di Jakarta yang sebagian besar dipopulerkan oleh penampilan artis. Ketika populer di kalangan artis, maka biasanya masyarakat dari kalangan muda, akan mengikuti penampilan para artis. Hal serupa pula yang mendorong Rudi untuk membuka bisnis jualan pomade.

Namun keterbatasan modal usaha, Rudi kemudian menggandeng temannya yang kebetulan membuka usaha barbershop di Jalan Sriwijaya. Ia pun menitipkan barang  jualannya di tempat usaha temannya tersebut. Alhasil, penjualan pun meroket,terlebih lagi barbershop dan pomade merupakan menjadi kebutuhan , setelah pangkas rambut untuk menggunakan pomade.

Omzet penjualan pomade terus meningkat, selain menjual secara ofline dengan menitipkan barang kepada outlet-outlet yang dimiliki temannya, Rudi juga memanfaatkan teknologi informasi melalui media sosial untuk mempromosikan produk usahanya tersebut. “Penjualan terus naik, baru kemudian saya ekspansi membuka usaha lainnya dengan menyewa rumah toko (ruko) di Jalan Bung Karno untuk usaha Vape (alat penghisap rokok),” paparnya.

Kedua usaha Rudi, baik itu pomade dan vape seiringan berjalan lancar dan terus mengalirkan keuntungan y  setiap bulannya. Mahasiswa yang  pertengahan Juli 2017 ini menggelar ujian skripsi mengaku meraup keuntungan bersih setiap bulannya rata-rata Rp 5 juta. Angka laba yang terbilang cukup memuaskan di usia masih duduk di bangku kuliah.(*)