RSUD Selong Butuh 3 Tahun Lagi Untuk Naik Kelas

Karsito
Karsito (IRWAN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

SELONG—Bakal calon kepala daerah yang hendak mengikuti pesta demokrasi, maka mereka tentu harus mengikuti sejumlah tahapan. Termasuk salah satunya harus melakukan uji kesehatan di rumah sakit. Hanya saja, tidak semua daerah tingkat II di NTB memiliki rumah sakit yang bisa melaksanakan uji kesehatan calon kepala daerah ini.

BACA JUGA :  Kabupaten Lombok Timur Kekurangan 2294 PNS

Akibatnya, para calon kepala daerah ini pun terpaksa harus mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. “Sesuai dengan petunjuk teknis dari KPU Pusat, bakal calon harus menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit yang bertipe A atau B. Sementara untuk RSUD Selong sendiri masih tipe C. Jadi kalau kita kejar itu, kita membutuhkan sekitar 3 tahun lagi baru bisa menjadi tipe B,” kata Direktur RSUD Selong, Karsito, diruang kerjanya, Selasa kemarin (16/1).

Kalau melihat fasilitas rumah sakit yang ada di NTB lanjutnya, maka belum ada rumah sakit yang mempunyai tipe A, tetapi masih bertipe B. ”Kalau di Indonesia ini, rumah sakit bertipe A hanya ada di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Sementara untuk NTB sendiri masih tipe B,” jelasnya.

Sehingga dengan tipe yang masih kurang, maka secara legalitas tentunya rumah sakit daerah yang rata-rata masih bertipe B belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap pasangan calon. Ini juga dilihat dari segi fasiltas yang ada di semua rumah sakit daerah.

“Jadi tipe itu menujukkan fasilitas, sehingga di rumah sakit daerah yang masih tipe C tentunya banyak yang kurang, seperti treadmill yang tidak ada, spesialis jantung yang masih sekolah, dan lainnya,” ujar Karsito.

BACA JUGA :  Masyarakat Lombok Timur Keluhkan Pelayanan Dinas Sosial

Dikatakan, jumlah dokter spesialias di RSUD Selong cukup banyak, dimana saat ini jumlah dokter spesialis ada sebanyak 30 dokter. Hanya saja dokter-dokter yang ada harus rutin di upgrade. Misalnya dokter spesialis bedah yang harus sekolah lagi selama dua tahun.

“Kalau untuk kemampuan perawatan, tipe B saya rasa bisa. Hanya saja yang menjadi kendala saat ini dokter spesialis ini yang belum bisa. Kalau untuk fasilitas, perawatan, dan yang lain, tinggal kita tambah saja,” pungkasnya. (cr-wan)