RSUD Rawat Pasien Diduga Idap MERS

RSUD Rawat Pasien Diduga Idap MERS
MERS: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB tengah merawat seorang pasien yang diduga terjangkit virus MERS. (Ist/)

MATARAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB tengah merawat seorang pasien suspect virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) atau yang dikenal dengan virus Mers.

Pasien ini merupakan rujukan dari RSUD Sumbawa Kamis malam lalu (6/7). Direktur Utama RSUD Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri membenarkan adanya pasien yang dirujuk dari Sumbawa. “Memang benar hari Kamis kami menerima rujukan dari Sumbawa suspect  MERS-CoV atas nama Tuan M,” terangnya kepada Radar Lombok, Jumat malam (7/7).

Dirujuknya ke RSUD Provinsi NTB, karena RSUD Sumbawa tidak mampu menanganinya. Mengingat, pasien yang mengalami keluhan pusing dan batuk itu dicurigai telah terkena penyakit virus MERS yang sempat menggemparkan negara Timur Tengah beberapa waktu lalu. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pasien kemudian dirawat di ruang isolasi. “Untuk memastikannya kita lakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan cek laboratorium lengkap,” kata dr Hamzi Fikri rinci.

Sejauh ini, secara umum kondisi pasien masih dalam keadaan baik-baik saja. Mengingat pasien diduga mengalami penyakit serius, koordinasi dengan dinas kesehatan juga terus dilakukan. “Karena ini masih suspect, artinya masih dicurigai,” ucapnya.

Meskipun belum pasti pasien terserang virus MERS karena masih menunggu hasil laboratorium, pasien tetap diisolasi di ruangan khusus. “Untuk antisipasi saja dan saat ini pasien dalam keadaan stabil, tetap dipantau dokter spesialis paru-paru,” terang Hamzi Fikri.

Ditambahkan Humas RSUD Provinsi NTB Solikin, awalnya memang sempat ada dugaan pasien tersebut mengalami flu burung. Namun, setelah diperiksa lebih mendalam, penyakit pasien lebih dicurigai karena terkena virus MERS.

Menurut Solikin, pasien dengan inisial M berjenis kelamin laki-laki itu dicurigai terkena Mers karena telah melaksanakan umrah belum lama ini. “Usianya 62 tahun, baru pulang dari umrah. Jadi bukan flu burung ya, tapi suspek MERS-coV,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi yang dimintai tanggapannya juga mengaku telah mendengar informasi tersebut. Eka memastikan pasien tersebut bukanlah terkena flu burung. “Bukan flu burung,” tegasnya.

Dikatakan, setiap jamaah haji dan umrah, selalu memiliki resiko terkena penyakit yang terus menjadi momok tersebut. “Penyakit apa yang diderita, pastinya kita tunggu hasil lab yang dari Jakarta datang. Sejauh ini masih suspect, walaupun suspek tetap diisolasi dan diterapi,” katanya. 

MERS  merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan yang pertama kali dilaporkan terjadi di Arab Saudi pada tahun 2012 . Hal ini disebabkan oleh coronavirus yang disebut MERS – COV . Kebanyakan orang yang telah dikonfirmasi memiliki infeksi MERS – COV memilik tanda-tanda penyakit pernapasan akut parah. Gejala yang dialami adalah demam , batuk  dan sesak napas. Virus yang dianggap  mematikan ini bisa dengan cepat menginfeksi  banyak orang. (zwr/cr-met)

BACA JUGA :  Puskesmas Terara Sosialisasi Bahaya Penyakit TBC
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaMengenal Komunitas Fhotography Hijabers Lombok
Berita berikutnyaLombok Dilanda Sirkulasi “Eddy”