RSUD NTB Disomasi, dr Jack: Silakan Saja, Itu Hak Pasien

dr Lalu Herman Mahaputra (RATNA/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Rumah Sakit Provinsi Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merespon somasi yang dilayangkan oleh salah satu pasien pengidap kanker payudara bernama Mastampawan, asal Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Somasi dilayangkan ke pihak RSUD Provinsi NTB, karena diduga telah melakukan malpraktek selama dirinya berobat.

Menanggapi itu, Direktur Umum RSUD Provinsi NTB dr Lalu Herman Mahaputra mengaku baru menerima somasi tersebut hari ini, Jumat (21/6). Pihaknya sudah mendisposisi surat tersebut, ke bagian etik dan hukum rumah sakit untuk menjawab somasi tersebut.

“Silakan saja kalau mau somasi, memang kenapa, sah-sah saja kalau mau somasi, itu hak pasien. Tentu kami rumah sakit merespon apa yang disomasi itu,” kata dr Jack, sapaan akrab Ketua IMI NTB ini kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurut dr Jack, somasi adalah salah satu bentuk komunikasi yang bisa dilakukan pasien. Dimana nantinya apa yang disomasi pasien tersebut, akan direspon dan dijawab pihak rumah sakit. Dimana dengan adanya somasi ini, harapannya tentu ada win win solution antara dua belah pihak.
“Sebenarnya tidak perlu somasi, karena sebelumnya sudah dijelaskan. Jadi kenapa disomasi lagi. Kecuali kita tidak respon,” kata dr Jack.
Mengenai kondisi pasien yang mulai berubah (tangan bengkak), usai disuntikkan suatu cairan pada bagian tangan sebelah kiri. Kembali dr jack menjelaskan bahwa gejala setiap tubuh manusia memang berbeda dalam menerima reaksi obat.

Baca Juga :  Bupati Lobar Berhenti Per 4 November 2024

Hal yang sama juga pernah dialami mantan Asisten III Setda Provinsi NTB, dr. Hj. Eka Nurhandini Eka Dewi, yang pernah mengalami reaksi yang berbeda ketika mendapatkan suntikan obat. “Memang obat yang diberikan itu tidak semua tubuh menerima. Namanya dia penyakit kanker,” jelas dr Jack.

Rumah sakit sambung dr Jack, tetap bertanggung jawab. Sekarang staf sedang mendampingi pasien ke Poli, termasuk juga memastikan agar asupan gizi pasien terpenuhi. Setelah mendapatkan penangaman, saat ini kondisi pasien sudah membaik.
Nantinya pasien akan ditangani lagi oleh beberapa dokter di rumah sakit. Kalaupun memang ada keluhan ditangannya, tentu akan ditangai oleh dokter bedah plastik untuk diberikan tindakan dan sebagainya. “Kita akan merawat pasien itu,” ucapnya.
Kesempatan itu, dr Jack juga membantah soal tudingan pihak rumah sakit tidak memberi kejelasan dan pertanggungjawaban kepada pasien. Sebelumnya kata dia, pihak rumah sakit sudah mengundang keluarga pasien dan keluarganya untuk bertemu.

Baca Juga :  Giant Resmi Tutup, Belasan Karyawan Kena PHK

“Ini tidak benar, mana ada rumah sakit tidak memberikan penjelasan dan pelayanan kepada pasiennya. Darimana hukumnya. Kami itu selalu memberikan pelayanan terbaik,” tegas dr Jack.

Bahkan pihak keluarga juga sudah menerima penjelasan dari dokter yang menangani pasien. Terkait semua pertanyaan yang menjadi keraguan dari pasien, dan berdasarkan laporan manajemen rumah sakit, pasien dan keluarga menerima atas penjelasan dari pihak dokter.

“Yang jadi pertanyaan, siapa yang melakukan somasi? Sebab, pasien sudah dirawat dengan baik. Pihak RSUP juga sudah melakukan petemuan dengan keluarga (pasien), apa yang menjadi kendala-kendala juga sudah dijelaskan oleh dokter yang menangani. Keluarganya menerima, terus mau apa lagi,” ujar dr Jack.
Terhadap tudingan malperaktik yang ditujukan kepada rumah sakit. Menurut dr Jack, tentunya harus ada pembuktian benar atau tidak.

Kalau tidak benar rumah sakit melakukan malapraktik, maka pihaknya bisa saja menuntut balik keluarga pasien.
Dikatakan dr Jack, memang somasi itu adalah hak pasien, cuma perlu ada pembuktian. “Itu karena (bisa) mencemarkan nama baik (RSUD Provinsi NTB),” pungkas Ketua IMI NTB ini. (rat)

Komentar Anda