RSUD NTB Berlakukan Kuota dan Pendaftaran Online Vaksinasi Covid-19

LENGANG: Setelah sehari sebelumnya terjadi kerumunan para pendaftar vaksinasi, maka hari ini (kemarin) setelah diberlakukan pendaftaran vaksinasi secara online, halaman RSUD Provinsi NTB tampak lengang. (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Mengantisipasi agar tidak terjadi antrean panjang dan kerumunan di lokasi-lokasi fasilitas kesehatan (Faskes) seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, dan lainnya, yang telah ditunjuk pemerintah untuk dilakukan vaksinasi Covid-19. Pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB langsung mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Fakses yang melayani vaksinasi Covid-19 setiap hari.

Menurut Kepala Dikes NTB, dr. HL Fikri Hamzi, hal itu dilakukan, karena pihaknya tidak ingin terulang kembali kejadian antrean panjang atau kerumunan seperti di RSUD Provinsi NTB. “Kita sudah minta untuk diatasi. Bahkan kita langsung turun disitu bersama Pak Direktur (RSUD Provinsi), untuk bagaimana membuat sistem kuota (layanan vaksinasi),” tuturnya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/7).

Dengan demikian, sambungnya, bisa diatur mengenai antrean supaya tidak terjadi kerumunan yang justru bisa menimbulkan resiko bagi masyarakat yang hendak divaksin. Untuk itu pihaknya mengeluarkan surat edaran, tidak hanya untuk RSUD Provinsi NTB saja, tetapi untuk semua Faskes yang ada di kabupaten/kota di NTB.

“Saya menargetkan dengan kita sudah buat surat edaran kepada kabupaten/kota, maka untuk Puskesmas minimal 100 orang saja yang divaksin. Kemudian untuk rumah sakit tipe C dan D paling tidak 200 orang. Tapi untuk tipe B minimal saya sampaikan 300 orang. Sedangkan untuk RSUD Provinsi NTB sanggup menangani 500 orang, karena ini juga terkait dengan droping vaksin kita,” sambungnya.

BACA JUGA :  Mantan Dewan masih Pakai Kendaraan dan Laptop Daerah

Disampaikan Fikri, sapaan akrab mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini. Pimpinan RSUD Provinsi NTB saat ini, dr. HL. Herman Mahaputra, semangatnya sangat bagus sekali dalam membantu penyelesaian program vaksinasi di NTB.

“Bagus sekali semangat Direktur RSUD Provinsi NTB untuk percepatan immunity herd dalam membantu vaksinasi di Kota Mataram ini. Terlebih Kota Mataram sebagai daerah priotas untuk vaksinasi, karena masuk level IV dan PPKM Darurat,” ujar Fikri.

Bahkan hampir 50 persen jatah vaksin NTB diprioritaskan untuk Kota Mataram yang sedang dilaksanakan PPKM Darurat, karena harus cepat dan tidak boleh lambat dalam melakukan vaksinasi. Sehingga untuk mempercepat vaksinasi, Kota Mataram harus dibackup oleh Provinsi NTB. “Makanya untuk vaksinasi di Kota Mataram harus dibantu oleh RSUD Provinsi, RS Mata, RSJ dan lainnya. Karena pelaporannya masuk di Kota Mataram untuk capaian vaksinasi selama PPKM Darurat,” terangnya.

Saat ditanyakan soal ketersediaan vaksinasi yang telah diusulkan. Menurut Fikri disesuaikan dengan kecepatan melakukan pelaporan secara online. Namun sampai saat ini masih dipastikan stok aman. “Untuk stok kita masih aman, karena masa-masa pengiriman stok kita di gudang tetap kita siapkan,” jawabnya.

Terpisah, Humas RSUD Provinsi NTB, Solihin menyampaikan bahwa sudah tidak terjadi antrean panjang lagi di RSUD NTB untuk pelaksanaan vaksinasi. Hal itu karena sekarang pihak RSUD NTB telah melakukan pembatasan layanan sesuai kuota yang diberikan Dikes Provinsi NTB dalam sasaran vaksinasi setiap hari yang minimal 500 orang.

BACA JUGA :  Piutang Daerah Tinggal Rp 30,82 M Lebih

Terlebih sistem layanan yang dilakukan saat ini harus melalui pendaftaran secara online. “Tadi pagi (kemarin, red), Alhamdulillah lancar sekitar 500 orang lebih. Untuk pendaftaran vaksinasi bisa diakses melalui website link resmi RSUD Provinsi NTB, dan Insya Allah mulai besok (hari ini) bisa diakses juga,” terangnya.

Masyarakat sekarang lebih mudah dalam mendaftar vaksinasi dengan adanya layanan online yang disiapkan. Bahkan kata Solihin, masyarakat juga bisa memilih waktu dan hari kapan ingin mendapatkan vaksin dengan mendaftar secara online.

“Mereka bisa memilih sendiri tanggal dan jam yang disediakan. Setelah mengisi lengkap data diri sesuai KTP dan nomor HP, maka akan muncul form pendaftaran dalam bentuk pdf di HP masing-masing, yang nantinya bisa ditunjukkan ke petugas di meja pendaftaran online. Jadi Nggak perlu di print, dan juga tidak buang-buang kertas,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan layanan konsultasi bagi masyarakat yang butuh konsultasi masalah layanan Covid-19, dengan cara menghubungi call canter yang sudah disiapkan. “Kita juga siapkan layanan call center di RSUD Provinsi NTB secara gratis bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan melalui telekonsultasi Covid-19 ke nomor 081-7000-1919, dan layanan PCC RSUDP ke 0370-7857617,” tutupnya. (sal)