RSUD Belum Dapatkan Dokter Spesialis Bedah

TANJUNG-Pelayanan kesehatan di RSUD Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga saat ini masih belum maksimal karena ketiadaan dokter spesialis bedah yang mengundurkan diri pertengahan Mei 2016. Sehingga apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan bedah dari dokter spesialis bedah, maka terpaksa pasien tersebut dirujuk ke RSUD NTB Dasan Cermen Mataram. “Belum ada (pengganti), makanya terpaksa tetap dilakukan rujukan ke Mataram,” terang Kepala Sub Bagian Tata Usaha RSUD Tanjung, Nurdin usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD KLU, Selasa (7/6).

Kemudian berkaitan dengan wacana akan dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan RSUD Tripat Lombok Barat (Lobar) berkaitan dengan pemenuhan dokter spesialis bedah, hingga kemarin kata Nurdin, belum dilaksanakan. “Itu juga belum, saya belum dapat informasi lebih lanjut dari Kasi Pelayanan (Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Tanjung, I Made Suasa) terkait itu (MoU),” jelasnya.

Baca Juga :  Gaji 13 untuk ASN, Kepala Daerah, dan Anggota DPRD Cair Juni

Namun yang jelas kata Nurdin, Senin (6/6) pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berkaitan dengan kekurangan dokter yang ada di RSUD Tanjung, baik ketiadaan dokter spesialis bedah ataupun kekurangan dokter spesialis lainnya. Dengan harapan ada bantuan dari Kemenkes. Karena bagaimanapun saat ini ada banyak dokter residen atau dokter umum yang sedang studi pendidikan dokter spesialis akan segera lulus.

Baca Juga :  Perayaan Lebaran Topat Diperbolehkan di Lombok Utara dengan Protokol Kesehatan

RSUD KLU sendiri saat ini hanya memiliki tujuh dokter spesialis setelah satu-satunya dokter bedah mengundurkan diri. Tujuh dokter spesialis itu antara lain, dua dokter spesialis penyakit dalam, satu dokter spesialis anak, satu dokter spesialis mata, satu dokter spesialis kandungan, satu dokter spesialis patologi klinik dan satu dokter spesialis anastesi.

Pihak RSUD KLU sempat mewacanakan untuk merekrut tenaga dokter spesialis bedah dari RSUD Tripat untuk berpraktik pula di RSUD Tanjung. Namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan bisa terealisasi. Sementara kebutuhan dokter spesialis bedah terbilang mendesak. (zul)

Komentar Anda