RSUD Akui Naik, Dikes Justru Klaim Turun

DEMAM BERDARAH: Salah seorang pasien demam berdarah asal Desa Tempos Kecamatan Gerung tengah mendapatkan perawatan di RSUD Tripat beberapa waktu lalu (HERY/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat mencatat jumlah pasien demam berdarah (DB) mengalami peningkatan sejak bulan Juni hingga Agustus yang mencapai 69 orang. Penyumbang pasien terbanyak adalah Kecamatan Gerung, terutama yang tinggal di komplek perumahan seperti Perumda Lobar dan Perumahan Reyan.” Pasien DB yang masuk sejak bulan Juni hingga Agustus mencapai 69 orang. Yang paling tinggi berasal dari Kecamatan Gerung sebanyak 10 orang,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan RSUD Tripat dr. Ahmad Taufik Fathoni kepada Radar Lombok, Kamis (1/9).

Dirincikan, pada bulan Juni ada 21 pasien, kemudian bulan Juli sempat mengalami penurunan menjadi 17 pasien. Pada bulan Agustus justru  naik. Yang masuk ke RSUD Tripat mencapai 31 orang, bahkan dari pasien ini yang parah ada yang masuk ICU. Pasien berasal dari Kecamatan Gerung sebanyak 10 pasien, Lembar 2 pasien, Labuapi 2 pasien, Kuripan 3 pasien, Kediri 2 pasien, dan sisanya kecamatan lainnya. “Tapi tidak ada pasien yang meninggal dunia,” terangnya.

Hampir seluruh pasien DB yang mendapatkan perawatan rata-rata 4 hari. Awal September sudah ada satu pasien baru yang masuk berasal dari Dusun Karang Barat Desa Tempos Kecamatan Gerung dan telah mendapatkan perawatan. “Sudah ada yang baru masuk satu pasien,” sebutnya.

Untuk memberikan tindakan medis ke pasien, pihak RSUD langsung memberikan pertolongan pertama berupa cairan inpus, baru obat-obat lainnya. DB punya gejala panas tinggi. Cuaca dan kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi jumlah pasien.” Misalnya di BTN Pemda memiliki hunian mencapai seribu unit, tapi yang dihuni hanya 600 unit. Sedangkan 400 unit tidak pernah dihuni dan menimbulkan jentik-jentik. Namun, tergantung kondisi kekebalan tubuh juga,” tambahnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penderita DB mengalami peningkatan. Seperti awal tahun ada pasien DB meninggal dunia. Tetapi, Lombok Barat belum termasuk kategori KLB (Kejadian Luar Biasa).

Sementara itu Kepala Bidang Pendataan Penyakit Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Ahmad Saiful menyebut sebaliknya. Jumlah kasus DB pada tahun ini turun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sesuai data yang dimiliki yaitu pada bulan Juni mencapai 14 orang, Juli sebanyak 7 orang, dan Agustus mencapai 5 orang. “ Kami akan segera cek data yang ada di RSUD, yang seharusnya sama,” ungkapnya.(flo)