RSIA Permata Hati Mataram Genap Berusia Lima Tahun

SILATURAHMI: RSIA Pertama Hati menggelar silaturahmi dengan awak media di momen HUT Ke 5 di Mataram. (faisal haris/radarlombok.co.id)

MATARAM—Masih dalam momen hari ulang tahun (HUT) Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati (RSIA-PH) Mataram mengadakan silaturahmi bersama awak media yang dilaksanakan di Mataram, Jumat siang (28/8).

Direktur RSIA-PH Mataram, dr. Agus Thoriq, Sp.Og mengatakan peran media dalam pengembangan dan perbaikan layanan di Rumah Sakit sangat penting.
“Alhmadulillah pada tanggal 23 Agustus lalu, RSIA Permata Hati genap berusia lima tahun. Diusia lima tahun ini, banyak hal yang harus kita kembangkan, bisa kita perbaiki. Hal ini tidak terlepas dari peran media baik cetak maupun online,” katanya saat memberikan sambutan.

Ia juga berharap agar bisa menjalin hubungan yang baik dengan para media. Karena peran media dirasakan cukup efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Terutama untuk mendukung agar RS lebih baik lagi. “Saya berharap bisa menjalin persahabatan yang baik dengan media, sehingga ke depan bisa membantu RS ini untuk lebih baik lagi, baik dari segi pencitraan atau dari segi promosinya,” harapnya.

Kesempatan itu juga, dr Agus memperkenalkan jajarannya yang membantu selama ini dalam mengem bangkan RSIA Pertama Hari, diantaranya Wakil Direktur Pelayanan Medis, dr. Arif Rahman, Mars, Wakil direktur keuangan umum dan SDM, Nurfitriah dan jajaran lainnya. “Sekali lagi target kami adalah antara RSIA-PH dan media ini bisa lebih saling membantu dan mendukung sesuai dengan kebutuhan masing-masing,”tambahnya.

Ditegaskan juga, kehadiran RSIA Pertama Hati tidak hanya menerima pasien dari kalangan menengah ke atas saja. Tetapi semua pasien yang datang ke Pertama Hati akan tetap dilayani. Apalagi Permata hati hadir dengan visi misi Nyaman, Ramah dan Terjangkau. “Kita selama ini tidak pernah menolak pasien, dan tetap kita berikan layanan yang maksimal. Karena kita memberikan layanan yang Nyaman, Ramah dan Terjangkau buat semua pasien,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil direktur Pelayanan Medis, dr. Arif Rahman, Mars mengenalkan profil singkat kemajuan RSIA Pertama Hati sejak berdiri hingga saat ini. Dimana pada awal berdiri sejak 23 Agustus 2008 sebagai maternity clinic dibawah pimpinan dr. Agus Thoriq SpOG, kemudian bertransformasi menjadi RS khusus Ibu dan Anak di NTB pada 3 Agustus 2015 sebagai RS Swasta tipe khusus C. “Jadikita RS khusus Ibu dan Anak di NTB, sehingga ketika masuk di RS kita akan terasa berbeda dengan RS lainnya,”tambahnya.

dr Arif menjabarkan, RSIA Permata Hati juga didukung dengan tenaga yang terdiri dari manejemen sebanyak 33 orang, dokter 28 orang, tenaga non medis 70 orang, dan Paramedis dan penun-jang sebanyak 102 orang. “Dan kami satu-satunya RS yang bisa cek online keter-sedian bed (kamar perawatan), yang biasanya dirahasiakan,” tuturnya.

Layanan di IGD 24 jam disertai dukungan dokter jaga sertifikasi ACLS, ATLS, Hiperkes, dan Kemampuan Neonatal Emergency, kemudian 28+2 Intentif Care dengan 20 Bed NICU reguler (level 1-3) dan 8 bed NICU isolasi dengan 2 Bed HCU, didukung oleh 2 kamar operasi, dan unit farmasi berserta laboratorium 24 jam. Serta 34 Bed ranap mulai VVIP 2 Bed, VIP 9 Bed (5 VIP A & 4 VIP B) Bed Kelas 1: 8, Kelas 2: 7, Kelas 3: 17 dan Kamar Bersalin (VK) 7 Bed.

Selanjutnya Ruang Perawatan VVIP tersedia sofa dan meja tamu, mini bar, kulkas, dispenser, tempat tidur penunggu, pantry, dan water heater. Ruang VIP terdiri dari VIP A sebanyak 5 ruang dan VIP B sebanyak 4 Ruang Fasilitas VIP-B: tempat tidur 1 bed per ruang, lemari kecil, sofa, TV, water heater, dan minibar Fasilitas VIP-A: semua fasilitas VIP B ditambah kulkas, dan satu bed penunggu pasien. Serta ruang non eksekutif kelas 1, 2 dan 3. Yakni Kelas 1 dalam satu ruang terdiri dari 2 bed, total kapasitas 4 ruang (8 Bed), Kelas 2 dalam satu ruang terdiri dari 3-4 bed, total kapasitas 2 ruang (7 Bed)Kelas 3: dalam satu ruang terdiri dari 6-7 bed, total kapasitas 3 ruang (17 Bed). “Fasilitas terdiri dari: Lorong ber AC, TV, AC tiap ruangan, toilet standar hotel, lemari kecil, korden sebagai penyekat tiap bed,” jelasnya.

Sedangkan Ruang Perawatan Neonatus Intensive Care Unit (NICU) terdiri dari 10 bed NICU level 3 (CPAP, Inkubator, dan Infant Warmer), NICU Level 1-2 terdiri dari 10 Bed (6 Fototerapi, 4 Box observasi bayi) dan NICU Isolasi terdiri dari 8 bed (giok dan Yasmin). Serta tersedia Poliknik Fokus Obsgin dan Pediatri terdiri dari Poli Obsgin, Poli Anak, Poli Tumbuh Kembang dan Poli Vaksinasi dan pendukung. Disamping didukung dengan berbagai keunggulan lainnya. “Kami senantiasa memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mendengar masukan dan keinginan pasien dan keluarganya,” terangnya. (sal)