Rp12,68 Triliun Penyaluran Kredit untuk UMKM

Rp12,68 Triliun Penyaluran Kredit untuk UMKM
PERAJIN : Salah satu pelaku usaha perajin mutiara yang menerima pembiayaan kredit dari program KUR di NTB.( DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

Pembiayaan Selama Triwulan II – 2019

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB mencatat, pertumbuhan penyaluran kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang disalurkan oleh bank umum pada triwulan II 2019 meningkat signifikan, yakni mencapai 12,19 persen year on year (yoy).

“Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM di NTB itu mencapai Rp 12,68 triliun,” kata Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani, Sabtu (21/9).

Menurut Achris, pertumbuhan kredit UMKM kali ini lebih tinggi jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Di mana kredit UMKM tumbuh sebesar 11,27 persen (yoy). Kali ini, BI mencatat pangsa penyaluran kredit modal kerja di triwulan II 2019 setara 81,66 persen dari total kredit UMKM dengan pertumbuhan mencapai 13,10 persen (yoy) atau sedikit lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 12,59 persen (yoy).

Sementara 18,34 persen lainnya ada pada penyaluran kredit untuk investasi, dengan pertumbuhan mencapai 8,31 persen (yoy). Selain itu, kredit untuk investasi di triwulan II 2019 ini juga mengalami peningkatan mencapai 5,84 persen (yoy).

Jika di totalkan menurut jenis penggunaan, kredit UMKM, maka modal kerja lah yang paling mendominasi, mencapai 82 persen. Sementara, kredit UMKM investasi hanya mencapai 18 persen.

“Ini memperlihatkan banyak pelaku UMKM yang mulai merintis bisnisnya kembali. Hal itu terbukti, dengan banyaknya kredit UMKM jenis modal kerja,” terangnya.

Di sisi lain, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB mencatat adanya peningkatan pada realisasi serupa. Pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Agustus 2019 mencapai Rp 2 triliun.

“Penyalurannya di dominasi sektor perdagangan besar dan eceran,” kata Kepala Kanwil DJPb NTB, Syarwan.

Menurutnya, KUR kali ini lebih tinggi, jika dibandingkan KUR realisasi Juni 2019. Di mana, nominalnya hanya mencapai Rp 1,2 triliun. Dari sisi sektor ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran tercatat paling mendominasi, menapai Rp 1,07 triliun.

Berdasarkan masing-maisng sektor hingga Agustus 2019, ada 13 sektor yang mendominasi, diantaranya perdagangan dengan 29 ribu debitur dengan besaran kredit mencapai Rp 1,073 triliun. Disusul sektor pertanian dengan 26 ribu debitur dengan nilai Rp 575 miliar.

“Tingginya penyaluran KUR per Agustus 2019 ini tidak lepas dari keterlibatan belasan perbankan syariah,” jelasnya. (dev)