Rp 5,4 Miliar untuk Talud dan Jembatan

GIRI MENANG –Tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat mendapat anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 5,4 miliar. BPBD mengarahkan anggaran ini untuk perbaikan talud dan jembatan yang rusak di beberapa kecamatan.” Kita tahun ini mendapat dana hibah pusat sebesar Rp 5,4 miliar yang diperuntukkan bagi perbaikan talud dan jembatan,” ungkap Kepala BPBD Lombok Barat HM. Najib didampingi Kasi Rekonstruksi H. Abdul Aziz kepada Radar Lombok, Jum’at (19/8).

Untuk talud, ia merincikan perbaikan di Dusun Kekeran  Desa Batulayar Kecamatan Batulayar (panjang 200 meter), Desa Gerimak Kecamatan Narmada (200 meter), Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung (200 meter), Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar (260 meter), dan Desa Eat Mayang Kecamatan Lembar (100 meter). “ Masing-masing dapat dana Rp 300 juta,” terangnya.

Selain itu ada perbaikan dua jembatan masing-masing berlokasi di Desa Sandik Kecamatan dengan panjang 26 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman 8 meter. Nilainya Rp 1,2 miliar. Satu lagi adalah jembatan baru di Desa Sepi Kecamatan Sekotong dengan panjang 20 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 6 meter. Nilainya Rp 1,5 miliar. “ Ini jembatan yang rusak karena bencana banjir. Yang paling lama rusak itu Jembatan Sandik. Khusus di Sandik sudah ada pemenang tendernya. Pemenang akan segera bekerja,” ungkapnya.

Ada juga anggaran di APBD 2016 sebesar Rp 435 juta untuk talud dan jembatan di Desa Gunturan Kecamatan Lingsar, Desa Langko Kecamatan Lingsar dan Desa Taman Sari Kecamatan Gunung Sari. “Ini tidak ditender, karena nilainya kecil-kecil,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi seluruh pengerjaan proyek telah mencapai 70 persen. semua proyek merupakan usulan sejak tahun 2015, ada yang ke pusat dan kabupaten. Sedangkan provinsi tidak ada. “Lokasi yang diperbaiki ini karena yang rusak akibat bencana banjir,” ujarnya.

Terkait bencana longsor di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari, Najib menegaskan bahwa Pemkab telah membuatkan talud yang bersumber dari dana stimulan pusat sebesar Rp 1,3 miliar sepanjang 800 meter. Termasuk juga memberikan masing-masing korban Rp 6 juta dan perbaikan rumah masing-masing Rp 25 juta. “Bukan provinsi yang punya kerjaan, tapi BPBD Lobar, provinsi janjinya saja,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid