Rp 2,5 Miliar untuk Air Bersih Warga

Rp 2,5 Miliar untuk Air
AIR : Petugas BPBD Lombok Timur mendistribusikan air bersih di wilayah selatan belum lama ini.( Ist for Radar Lombok)

Wilayah Kekeringan Terus Meluas

SELONG– Kemarau masih berlangsung, bahkan sedang puncak-puncaknya. Bencana kekeringan pun tidak terelakkan. Pemkab Lombok Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membantu warga yang terkena dampak kekeringan dengan menyalurkan air bersih. Meski begitu, bantuan dari Pemkab belum memenuhi kebutuhan air bersih warga. “ Kami memang sangat kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Faizah, warga Dusun Aro Inaq Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru, Sabtu (7/9).

Di luar bantuan, warga bisa saja mendapatkan pasokan air bersih, namun harus membeli dengan harga Rp 150 ribu untuk satu tangki. Kondisi ini sangat memberatkan. Mereka berharap ada solusi jangka panjang dari Pemkab.”Kalau mau dapat air bersih harus beli. Satu tangki itu Rp150 ribu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, solusi seperti pemasangan pipa bisa direalisasikan sehingga di musim kemarau warga tak kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka pun menyanggupi kalau harus mengeluarkan iuran per bulan.

Sementara itu Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Lombok Timur, Lalu Rusnan, mengatakan, Pemkab mengantisipasi kekeringan dengan mendistribusikan air bersih. Sudah pula dianggarkan Rp 2,5 miliar untuk kebutuhan air bersih warga. Solusi jangka panjang juga disiapkan agar masyarakat tak selalu mengalami krisis air bersih di musim kemarau.” Upaya itu diantaranya akan mengoptimalkan air dari dam Pandan Duri dan sumber mata air yang ada di wilayah Jerowaru, seperti Lingkok Tutuk yang sedang dalam pengerjaan,” ungkapnya.

Ia mengaku hingga saat ini pemerintah daerah terus mendistribusikan air bersih ke wilayah selatan dan utara. Bahkan saat ini semua tangki yang ada di kabupaten diarahkan ke wilayah selatan untuk menyalurkan bantuan air bersih ke semua desa yang mengalami kekerigan atau kekurangan air bersih. “ Bahkan ada mobil masyarakat juga digerakkan di sana. Biayanya ditanggung oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir tahun. Pendistribusian air akan terus dilakukan seperti yang dilakukan sekarang ini. Untuk Kecamatan Jerowaru, hampir 90 persen wilayahnya mengalami kekeringan. Ia pun memastikan pendistribusian tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat. Bahkan desa-desa yang berada d lokasi terpencil juga dipastikan mendapatkan air bersih secara gratis.”Tidak ada kata terpencil dan jauh, sesuai dengan instruksi bupati, semua masyarakat yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih harus mendapatkan jatah, dan sekarang satu desa itu hampir 20 tangki kita berikan,” pungkasnya.(wan)