Rosita, Penderita Penyakit Langka Butuh Bantuan

Berharap Sembuh dan Bisa Sekolah Lagi

Rosita, Penderita Penyakit Langka
PENYAKIT LANGKA: Rosita, pasien penderita penyakit langka, dimana kulit tubuhnya terlihat menghitam, dan mengelupas, ketika sedang diperiksa Luh Made Budiani, dokter spesialis penyakit kulit di RSUD Selong. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Nasib yang dialami Rosita (15 tahun), warga Desa Ketapang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur ini memang sungguh memprihatinkan. Pasalnya, remaja yang seharusnya masih bersekolah, dan bermain dengan teman sebayanya itu kini harus terbaring lemas, akibat menderita penyakit kulit yang langka, sejak seminggu terakhir.


JANWARI IRWAN – LOTIM


SEBELUM menderita penyakit kulit langka itu, Rosita awalnya hanya mengidap penyakit panas dan demam rendah saja. Tetapi karena keterbatasan biaya yang dimiliki orang tuanya, Rosita hanya dibawa ke dukun untuk diobati. Bukannya sembuh, beberapa hari setelah itu tiba-tiba kulit tubuhnya menghitam, dan terkelupas.

“Pas saya bawa ke dukun panasnya bisa turun. Tapi beberapa hari kemudian saya melihat kulitnya hitam dan terkelupas,” kata ibu kandung Rosita, Sulmah, saat ditemui di RSUD Selong, Rabu kemarin (6/12).

Sulmah sendiri sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan menggantungkan hidup dari suami yang berprofesi sebagai nelayan ini mengaku tidak bisa membiayai anaknya untuk berobat. Bahkan untuk mengurus Kartu BPJS saja dia mengaku tidak mempunyai biaya. Sehingga untuk membiayai anaknya berobat, dia hanya bisa menyerahkan kepada anggota keluarganya yang lain.

BACA JUGA :  Dikes Akan Bentuk Posko Kesehatan

“Untuk melakukan pemeriksaan saja, dokter bilang biayanya sekitar Rp 1 juta. Tapi karena tidak punya biaya, saya belum berani periksa dan masih musyawarah bersama keluarga, karena saya sama sekali memang tidak punya biaya,” sedihnya.

Agar bisa berobat dengan biaya murah, beberapa anggota keluarganya kini sedang mengurus Kartu BPJS. “Kalau penyakit anak saya ini sudah mendingan, saya akan pulang dulu. Nanti kalau BPJS-nya sudah jadi, baru kita balik lagi ke rumah sakit. Itu juga saran dokter saat memeriksa anak saya tadi,” akunya seraya berharap pada pihak-pihak terkait untuk membantu, demi kesembuhan puterinya yang masing ingin bersekolah lagi tersebut.

Sementara salah satu dokter spesialis penyakit kulit, Luh Made Budiani, yang menangani Rosita, mengatakan bahwa penyakit yang diderita Rosita masih belum jelas. Sehingga pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan dan membutuhkan sarana penunjang lainnya untuk menentukan penyakit apa yang diderita sang pasien ini.

“Namun kami curiganya anak ini mengidap penyakit luvus. Tapi kami akan mencari lagi apakah ada kelainan sistemik. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lengkap. Hanya saja pasien ini statusnya masih umum, sementara untuk melakukan pemeriksaan darah butuh biaya yang cukup  besar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Mengenal Apa Itu Infeksi Nosokimial

Disampaikan, penyakit luvus terjadi kerena sistem kekebalan tubuh pasien. Tidak disebabkan oleh kejadian non medis atau yang lainnya. Karena pasien sendiri mengaku tidak pernah berobat ke rumah sakit, melainkan hanya berobat ke dukun saja. ”Jadi panyakit ini murni terjadi akibat sistem kekebalan tubuhnya sendiri, bukan yang lain,” terang Budiani.

Menurunya, kemungkinan sembuh sangat bisa. Hanya saja butuh waktu yang panjang, sehingga dia berharap kepada pasien untuk bersabar, dan segera melakukan pemeriksaan darah, agar penyakit yang diderita bisa diketahui secara pasti. ”Untuk mengetahui penyakit ini, sebaiknya kita lakukan pemeriksaan dulu,” tandasnya. (*)