Rosiady Dilantik Jadi Sekda

MATARAM – Setelah melalui drama yang cukup panjang ditambah pelantikan yang berkali-kali tertunda, akhirnya  Rosiady Husaeni Sayuti resmi menbabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, setelah dilantik Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi di Gedung Graha Bhakti, Rabu kemarin (1/6).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 52/TPA Tahun 2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Provinsi NTB.

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi menyampaikan rasa syukurnya karena pelantikan Sekda baru menandai akhir dari proses panjang yang dinantikan banyak pihak. “Pak Ros (panggilan Rosiady – red) harus menjalankan amanah ini dengan penuh tanggungjawab dan jujur, apalagi ditandatangani langsung oleh Presiden,” ucap Gubernur.

Gubernur berkali-kali mengingatkan agar pejabat Sekda yang baru harus selalu jujur dan amanah. Sebagai komandan dalam birokrasi, Sekda harus mampu menunjukkan kepemimpinanya dengan integritas yang tinggi karena akan menjadi suri tauladan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekda juga harus mampu mengkoordinir seluruh perangkat pejabat eselon II di tingkat provinsi dalam menjalankan proses pemerintahan. “Semua harus bisa dirangkul, agar visi-misi kita bisa terwujud dengan baik,” pesannya.

Disampaikan Gubernur, Presiden telah mengeluarkan intruksi dalam hal kebijakan anggaran. Disinilah peran penting Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kebijakan daerah harus disinkronisasikan juga dengan kebijakan pemerintah pusat. “Sekda harus pandai memilah-milah program apa saja yang menjadi prioritas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan di daerah,” kata Gubernur.

Tidak lupa pula,  Gubernur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Muhammad Nur beserta istri  yang selama 5 tahun lebih telah memimpin birokrasi  NTB dengan husnul khatimah. Muhammad Nur dikenal telah memberikan pengabdian yang terbaik untuk NTB.

Sementara itu, Rosiady Sayuti berjanji akan melaksanakan amanahnya dengan sebaik-baiknya. Semua pesan dan arahan dari Gubernur akan diingat dan dilaksanakan dengan semampunya. “Untuk program prioritas, pengentasan kemiskinan harus lebih diperhatikan lagi oleh semua SKPD,” ujarnya.

Target menurunkan angka kemiskinan sebesar 2 persen setiap tahun akan bisa terlaksana apabila ada kerja sama dari semua pihak. Semua SKPD diminta untuk kembali memperhatikan hal tersebut. “Sekda adalah komandan birokrasi, semua pejabat eselon II dibawah koordinasi Sekda untuk memastikan arahan Gubernur terlaksana,” katanya.

Dirinya selaku Ketua TAPD juga akan melakukan evaluasi terhadap program prioritas. Terutama pada bidang ketahanan pangan dan pariwisata. Jangan sampai program prioritas tersebut tidak didukung oleh anggaran. Terlebih lagi NTB merupakan lumbung pangan nasional dan gerbang pariwisata nasional.

Mantan Sekda NTB, H Muhammad Nur mengingatkan Rosiady agar tidak dihinggapi penyakit sombong. Seorang Sekda harus mampu merangkul semua pihak, tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang diutamakan dan dianaktirikan. “Intinya saya berharap Pak Ros tidak sombong,” katanya. (zwr)

BACA JUGA :  Calon Sekda Presentasi Makalah