Robijono Surati Fauzan

GIRI MENANG – Mutasi besar-besaran di jajaran Pemkab Lombok Barat Senin lalu (13/6) rupanya menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pejabat.

Berdasarkan informasi yang diserap koran ini, mantan asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Lombok Barat H. Robijono melayangkan surat ke Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid atas penempatan dirinya menjadi staf ahli bupati bidang ekonomi.  Lantaran mutasi Robijono ini diduga berkaitan dengan ketegangan dengan anggota DPRD Lombok Barat belum lama ini.

Selain Robijono,  belasan pejabat eselon III yang di-nonjob-kan juga mempertanyakan nasibnya. Mereka bingun degan posisinya, apakah akan kembali pada instansi tempatnya bekerja ataukah disebar ke masing-masing SKPD sesuai latar belakang pendidikannya.  “ Indikator penilain mutasi masih kami mempertanyakan,” tegas salah satu pejabat yang terkena non-job kepada Radar Lombok, Selasa (14/6).

Menurutnya, kinerja mereka telah sesuai Standar Kinerja Pegawaian (SKP) dan seharusnya penilaian dilakukan secara tertulis.  Mereka menduga ada intervensi pihak lain dalam mutasi ini.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengakui, bahwa ada surat dari Robijono  yang masuk namun ia belum mengetahui apa isinya. Menurutnya, melayangkan surat itu hak orang untuk melakukannya. Namun pergeseran Robijono  ini telah sesuai prosedural, apalagi Robijono tinggal beberapa bulan lagi akan pensiun.

 Begitu juga bagi pejabat yang di-nonjob-kan pihaknya mempunyai catatan-catatan sebagai pertimbangan. Misalkan seperti tidak  disiplin, tidak pernah ikut apel, pulang cepat dan kinerjanya rendah.  Kompetensi dan kualifikasi  juga jadi pertimbangan.

Dikatakan, pengisian jabatan telah mempunyai prosedural dan mekanismenya. “ Kalau masalah posisi kita sudah siapkan, nanti kita akan edarkan kemana saja tempat kerjanya,” pungkasnya.

Sementara mantan Asisten II H. Robijono diminta tanggapan surat yang dimasukan belum memberikan keterangan, sebab dicari wartawan untuk dikonfirmasi di ruangannya, dia  tidak ada.(flo)

BACA JUGA :  Pengawas, Kepsek dan Guru Dimutasi