Rinjani 100 Kembali Digelar

FUN RUNNING: Salah satu peserta fun running Rinjani 100, start dari Pasar Kekait – Pusuk Pass, sejauh 7 kilometer ketika memasuki garis finish Minggu kemarin (19/3) (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Rinjani 100 atau lomba lari mendaki Gunung Rinjani dengan jarak 100 kilometer (Km) akan kembali berlangsung di Pulau Lombok, 5 – 7 Mei 2017 mendatang.

Tahun ini akan menjadi penyelenggaraan kali kelima yang pernah dilaksanakan di gunung dengan segudang keindahan alamnya, dan telah banyak mengundang pelari untuk berpartisipasi.

“Rinjani 100 adalah lomba lari yang paling berat se Asia Tenggara (Asean), yang setiap tahun pelaksanaannya selalu ditunggu-tunggu para pecinta olahraga lari lintas alam, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata Founder Rinjani 100, Hendra Wijaya, usai simulasi fun running sejauh 7 Km, dari Pasar Kekait – Pusuk Pass, Minggu kemarin  (19/3).

[postingan number=3 tag=”lobar”]

Data terakhir di website panitia sambungnya, jumlah peserta yang telah mendaftar Rinjani 100 ada sebanyak 550 peserta, yang berasal dari 24 negara. Mereka nantinya akan terbagi dalam beberapa kategori lomba, yang selain jarak 100 Km, juga ada lomba dengan jarak 60 Km, 36 Km, dan 27 Km.

Untuk peserta Rinjani 100 dengan kategori lomba menempuh jarak 100 Km, rute yang akan dilalui peserta yaitu start dari pintu pendakian Senaru, menuju Danau Segara Anak, Puncak Gunung Rinjani, dan turun ke Pelawangan Sembalun. Berikutnya disambung dengan naik turun mengikuti punggung pegunungan yang sangat indah dan asri mengelilingi Sembalun, mulai dari bukit Pergasingan, Anak Dara, Nanggi, Pusuk, Propok, dan Lembah Dandaun, mengikuti punggung pegunungan dan gigiran bukit.

“Dengan menempuh jarak sejauh 100 Km ini, maka total tanjakan yang harus ditempuh peserta sebelum mencapai garis finish adalah sejauh 9.166 meter. Artinya, kategori 100 Km ini seperti tiga kali mendaki Gunung Rinjani, yang memiliki ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut,” ujar Hendra, legenda pelari lintas alam Indonesia yang telah berkiprah di kancah internasional ini.

Diakui Kang HW  sapaan akrabnya, Rinjani 100 memang melewati medan yang cukup berat. Namun bagi para peserta yang berhasil menyelesaikan dalam batasan waktu yang telah ditetapkan dengan sangat ketat, maka akan memberikan kebanggaan yang luar biasa.

“Rinjani 100 merupakan salah satu bagian kegiatan dari Ultra Trail Mount Blanc (UTMB), yang berpusat di Perancis. Layaknya sebuah lomba lari standar internasional, seperti UTMB, yang sudah pasti sangat berat. Maka peserta yang hendak mengikuti UTMB itu harus mengantongi 15 poin, baru boleh mengikuti. Untuk Rinjani 100, peserta yang berhasil akan mendapatkan 4 poin. Ini yang dicari-cari oleh peserta, khususnya peserta internasional,” tutur Kang HW.

“Karena itu, tak heran kalau peserta Rinjani 100, khususnya peserta mancanegara setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kalau tahun 2016 lalu diikuti 400-an peserta dari 21 negara, maka tahun ini jumlah peserta telah mencapai 550 pelari, dari 24 negara,” beber Kang HW, petualang dan penjelajah yang sudah malang melintang di berbagai lomba terberat dunia, mulai dari berlari di gurun, sampai kutub utara. Bahkan dia dalam waktu dekat akan menjelajah ke kutub selatan, dengan tema “Southern Force”, yang juga di launching di Pusuk Pass.

Kegiatan yang juga didukung oleh Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) NTB, dan KONI NTB ini merupakan kegiatan tahunan, yang penyelenggaraannya bahkan telah masuk dalam Calendar of Event Dispar NTB.

“Rinjani 100 merupakan salah satu kegiatan sport tourism (olahraga wisata), yang kini sedang menjadi titik fokus Pemda NTB, dalam hal ini Dispar NTB untuk mengembangkan sektor kepariwisataannya. Kami meyakini, Rinjani 100 dapat daya tarik lebih bagi para petualang dan penjelajah dunia untuk berkunjung ke NTB, khususnya ke Pulau Lombok,” urai Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid