Ridha Terpilih Nahkodai IJTI NTB Periode 2020-2023

ijti ntb
POSE BERSAMA : Pengurus IJTI NTB bersama anggota pose bersama usai melaksanakan MUSDA pemilihan ketua IJTI NTB periode 2020 -2023.

MATARAM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke IV di Hotel Lombok Plaza Mataram, Sabtu (7/11/). Musda IJTI NTB ke IV, dirangkai dengan seminar bertajuk Peran Pers Mencegah Klaster Baru Covid-19 yang diisi oleh sejumlah narasumber pusat dan daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 ini dihadiri langsung oleh Dewan Pers, Pengurus IJTI Pusat, Ketua IJTI Pusat Yadi Hendriana dan pengurus lainnya, Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Kepala Dinas Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi, Kabinda NTB Danrem 162/WB, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Ketua KPID NTB, Kapolres se Pulau Lombok, dan pengurus IJTI NTB dan anggota serta perwakilan insan pers se-NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, peran jurnalis dengan menyajikan informasi yang positif, faktual dan bertanggungjawab berperan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang melanda, karya jurnalis dituntut memberikan informasi yang terpercaya, namun juga harus memiliki “wisdom”, sehingga berita dari media mampu memengaruhi jutaan jiwa, menciptakan kedamian dan kesejukan dalam kehidupan.

Menurut mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini, begitu besarnya pengaruh sebuah informasi dari karya jurnalis dan institusi pers dapat meluluhlantakan persatuan bangsa ini. Karya jurnalis juga bukan hanya bonafit orientate, namun juga harus berorientasi besar untuk menyatukan perbedaan dan memperkokoh persatuan bangsa dengan nilai – nilai luhur.

Ia juga mengakui, memang karya jurnalis akurat dan berdasarkan fakta lapangan, tapi bila memiliki potensi yang dapat membuat kekacauan dan memecah belah dan membahayakan persatuan bangsa, seorang jurnalis harus memiliki jiwa besar dan peran agar informasi atau karyanya tidak publis untuk dikonsumsi publik.

“Mari tunjukan rasa nasionalisme,  karena untuk apa sebuah materi kalau karya teman-teman dapat membahayakan keadaan masyarakat,ini yang lebih penting,” jelasnya.

Kepala Dinas Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi mengingatkan agar produk jurnalistik tetap menjadi acuan masyarakat dalam melawan berita bohong (hoax) yang bisa berujung keresahan masyarakat, terlebih di era media sosial saat ini.

“Disinilah peran penting media masa untuk tampil mereduksi disinformasi tersebut. Oleh karenanya, tantangan kita dimasa pandemi ini adalah bagaimana kita bersama bisa memberikan dan menyebarkan informasi-informasi yang positif,” katanya.

Sementara itu, Ketua IJTI Pusat Yadi Hendriana, mengatakan jurnalis menjadi garda terdepan menyampaikan informasi kepada masyarakat NTB. Terlebih lagi di era pandemi global Covid-19, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, bertanggungjawab dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Apalagi IJTI selalu menekan positif jurnalism menjadi pegangan kita kedepan, ini yang paling penting,” katanya.

Ia juga menekankan jurnalis memiliki tanggungjawab yang besar untuk menciptakan tatanan situasi yang baik. Sehingga situasi masyarakat tidak resah dengan sebuah informasi.

“Berikan informasi yang baik dan keyakinan serta rasa optimisme kepada masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan, janggan menyebarkan hoax dan berita yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan Musda dilakukan pemilihan ketua IJTI NTB untuk periode 2020-2023. Pada proses pemilihan yang berlangsung cukup alot hingga pukul 23 : 00 Wita dengan berbagai dinamika yang terjadi saat proses penjaringan bakal calon hingga pemilihan secara demokrasi.

Terdapat dua calon yang bertarung dalam proses pemilihan setelah dilakukan penjaringan calon dengan dua mekanisme. Pertama ada dua calon yang mengajukan diri sebagai bakal calon, yakni Hj Sitti Faridha Andi Patiroi atau lebih akrab disapa Rida yang merupakan presenter iNews TV dan Afifuddin Adnan stasiun televisi swasta di NTB (TV9).

Sementara dua bakal calon terpilih dalam proses penjaringan calon yang diusulkan oleh peserta Musda yakni Riadis Sulhi koresponden media SCTV (Ketua IJTI NTB priode 2017-2020) dan Herman Zuhdi TVOne (ketua IJTI NTB periode 2014-2016). Namun kedua bakal calon ini setelah ditanya kesiapannya sabagai calon oleh pimpinan sidang, menyatakan tidak bersedia untuk ditetapkan sebagai calon dengan alasan memberikan kesempatan bagi anggota yang lain memimpin IJTI NTB.

Sehingga hanya dua bakal calon yang ditetapkan sebagai calon yang akan dipilih secara demokrasi. Dari jumlah anggota IJTI NTB yang ikut dalam memberikan hak suara sebanyak 52 orang. Dimana saat penghitungan suara, Sitti Faridha Andi Patiroi terpilih sebagai ketua IJTI NTB yang baru priode 2020-2023 sekaligus menjadi perempuan pertama menahkodai IJTI NTB dengan perolehan suara sebanyak 32 suara. Sementara Afifuddin Adnan harus terpental dengan prolehan suara sebanyak 20 suara.

Ridha yang memiliki visi dan misi dalam mambangun IJTI NTB yang bersinergi dalam mewujudkan IJTI tiga tahun kedepan ingin menciptakan sebuah perubahan dengan menggusung visi mewujudkan masyarakat madani melalui kemerdekaan pers yang mendidik, mencerdaskan dan bertanggungjawab. Dengan misi,  mewujudkan korps Jurnalis Televisi Indonesia yang mandiri, bebas dan bertanggungjawab. Kedua, mewujudkan Jurnalis Televisi Indonesia yang memiliki kemampuan fropesional tentang kesetiakawan profesi dan hidup dalam kesejahteraan jaminan rohani perawatan dan kembangkan jurnalisme  Jurnalis Televisi. “Ini ikhtiar saya jika nanti terpilih insyaallah,” ucapnya Ridha saat menyampaikan visi dan misinya.

Ridha juga berjanji akan melakukan berbagai trobosan untuk mensiarkan agar IJTI dikenal oleh masyarakat luar, lebih khusus masyarakat NTB, karena menurutnya sejauh ini IJTI NTB belum dikenal oleh masyarakat NTB. “Karena dikalangan masyarakat luas terus terang kalau kita sebut IJTI tidak ada yang tahu. Tapi kalau kita bilang Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia baru mereka paham. Nantinya kita akan mensosialisikan itu agar lebih dikenal lagi IJTI,”janjinya.

Selain itu Ridha juga berjanji, melakukan sinergi dengan berbagai lembaga bantuan hukum serta mambagun kerjasama organisasi dengan lembaga penyiaran dalam berupaya kemberikan perlindungan kepada para jurnalis, membangun sinergi dengan dewan pers untuk pendampingan hukum terhadap karya-karya jurnalis dan mambangun sinergi dengan lembaga hukum didaerah sebagai upaya untuk pendampingan kepada wartawan.

“Poinnya mari bersama-sama kita bangun organisasi dengan nawaitu yang baik, cara dan proses yang baik tentunya menghasilkan struktur organisasi yang baik yang mampu membawa virus-virus kebaikan,” ucapnya.

Sementara, Riadis Sulhi selaku ketua IJTI NTB priode 2017-2020 menyampaikan selamat atas terpilihnya ketua baru IJTI NTB dengan harapan bisa membawa IJTI kearah yang lebih baik lagi dengan melanjutkan program-program yang sudah ada tinggal memperbaiki lagi karena sesungguhnya IJTI NTB dibawa kepemimpinannya sudah banyak trobosan yang dilakukan untuk kemajuan organisasi.

“Karena tiga tahun terakhir bisa menjadi gambaran IJTI kedepan. Mari kita bersama membangun IJTI dengan kekompakan, dengan kekeluargaan, dengan solidaritas dan saling mendukung satu sama lain demi IJTI dan demi organisasi,” ucapnya. (sal)