Ricuh, Eksekusi Tanah Pecatu Gagal

RICUH: Eksekusi tanah pecatu di Dusun Paok Pondong Kecamatan Lenek ditunda karena terjadi kericuhan. Puluhan warga yang mengklaim sebagai ahli waris tanah menghadang juru sita Pengadilan Negeri Selong. (M.Gazali/Radar Lombok)

SELONG– Eksekusi tanah pecatu oleh  Pengadilan Negeri Selong di Dusun Paok Pondong Desa Lenek Kecamatan Lenek berlangsung ricuh, Rabu  (21/10). Sejumlah warga yang mengklaim sebagai pemilik sah tanah      tersebut berupaya melakukan perlawanan dan menghadang juru sita pengadilan.

Proses eksekusi sendiri mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Namun warga yang sudah berada di lokasi  tetap menolak kedatangan juru sita  pengadilan. Karena kondisi semakin tidak kondusif, eksekusi akhirnya dibatalkan. “Eksekusi ditunda karena kondisi tidak kondusif,” kata Camat Lenek, Supriadi, ketika dikonfirmasi.

Kata dia, sengketa tanah pecatu terjadi antara  Pemerintah Desa Lenek dengan Gunawan Cs, ahli waris dari Amaq Jamilah . Tanah seluas 5,25 hektar yang dikuasai pemerintah diklaim milik mereka sebagai warisan. “ Namun klaim itu tidak dilengkapi bukti yang kuat,” imbuhnya.

Gunawan Cs mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Selong beberapa tahun lalu. Gugatan itu ditujukan ke pemerintah desa. Pengadilan tingkat pertama dimenangkan oleh Pemerintah Desa Lenek selaku tergugat. “Setelah kalah di Pengadilan Negeri, Gunawan ini kembali mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Di putusan banding desa yang kalah,” tuturnya.

Selanjutnya  pemerintah desa menempuh upaya hukum selanjutnya yaitu kasasi. Permohonan kasasi itu ditolak oleh Mahkamah Agung. Terakhir pemerintah desa menempuh  PK (Peninjauan Kembali). Dan putusan PK memenangkan  pemerintah desa selaku tergugat.” Putusan PK inilah yang menjadi dasar Pengadilan Negeri melakukan eksekusi,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Lotim melalui Kasubag Humas IPTU Lalu Jaharuddin mengatakan, berkaitan dengan eksekusi lahan atau tanah pecatu di Lenek sempat berlangsung ricuh. Petugas kepolisian yang berada di lokasi hanya sebatas melakukan pengamanan. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan, dan juga untuk mencegah terjadinya bentrok dengan warga, eksekusi untuk sementara ditunda.(lie)