Ribuan Umat Budha Meriahkan Dharma Shanti Waisak

TANJUNG-Ribuan umat Budha dari seluruh NTB khususnya di Kabupaten Lombok Utara (KLU) memeriahkan perayaan Dharma Shanti Waisak 2560 BE/2016 di Lapangan Supersemar Tanjung, Selasa (31/5).

Acara yang dimulai pukul 15.30 Wita hingga pukul 17.00 Wita ini dihadiri langsung Ditjen Binmas Budha Kemeterian Agama RI, Bupati KLU, Najmul Akhyar, Wakil Ketua DPRD KLU, Sudirsah Sujanto, Asisten I Setda KLU, Kholidi Halil, Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Dareah (SKPD), tokoh agama dan para tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Arnadi menerangkan, pelaksanaan Dharma Shanti Waisak ini terlaksana berkat dukungan dari Majelis Budhayana Indonesia dan Majelis Agama Budha Theravada Indonesia yang ada di provinsi maupun yang ada di tingkat kabupaten/kota se-NTB.

Kegiatan ini sendiri diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan di antara umat Budha, kemudian umat Budha dengan umat agama lain dan umat Budha dengan pemerintah sehingga dapat membawa berkah bagi umat Budha umumnya di NTB dan khususnya bagi umat Budha yang ada di KLU.

Menurut Najmul dalam sambutanya, perayaan Dharma Shanti sangat penting dan istimewa bagi umat Budha. Karena Dharma Shanti dapat menjadi momentum bagi umat Budha untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur dari ajaran Sang Budha Gautama. Sang Budha Gautama telah mengajarkan nilai-nilai universal, falsafah kehidupan yang mendalam dan pencerahan tentang hakikat, makna dan tujuan kehidupan bagi umat Budha. “Sidharta Budha Gautama juga telah menunjukkan keteladanan kepada umatnya dalam menebarkan benih-benih kebajikan, sikap yang tidak pernah menyerah pada hawa nafsu dan godaan duniawi, serta pencapaian kebudhaan yang hakiki,” terangnya.

Kemudian, makna peringatan Dharma Shanti ini lanjut Najmul, hendaknya mampu meningkatkan toleransi dan silaturrahmi antar umat beragama di KLU. Jalinan silaturahmi dan toleransi yang baik, tentunya akan memberikan dukungan yang besar bagi terlaksananya keamanan dan kedamaian di KLU, sehingga kondisi ini akan menjadi modal dasar bagi terlaksananya pembangunan daerah yang lebih baik. “Mari kita tinggalkan sikap mementingkan diri sendiri, kita suburkan sikap saling hormat-menghormati dan saling menghargai antar umat beragama dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tandasnya.

Sudirsah menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin silaturrahim antar umat Buddha dan umat agama lainnya serta dengan pemerintah daerah. Di KLU sendiri umat Budha kata Sudirsah mencapai 15.000 orang lebih pada tahun 2014. Umat Buddha menjadi umat agama terbesar kedua di KLU setelah Islam. (zul)

BACA JUGA :  Kecamatan Pringgasela Kembali Gelar Alunan Budaya Desa II