Ribuan Pesepeda Semarakkan Gala Desa 2017

GOWES : Ribuan pesepeda mengikuti kegiatan Gowes Pesona Nusantara yang dilepas di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Sabtu (8/7). Kegiatan ini dirangkaikan dengan kegiatan Gala Desa (Rasinah Abdul Igit/Radar Lombok)

GIRI MENANG– Ribuan pesepeda Lombok Barat meramaikan Gowes Pesona Nusantara dalam rangka Gala Desa 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Barat, Sabtu (8/7).

Start dan finish di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, ribuan pesepeda menyusuri ruti Gerung-Kediri- Kuripan dimulai sekitar pukul 07.00 Wita. Pesepeda dilepas oleh pejabat Kemenpora, Bupati H. Fauzan Khalid, disaksikan oleh Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Sumiatun dan elemen lainnya. Gala desa adalah kompetisi olahraga antar desa dalam rangka memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat mulai 9 Juli sampai 9 September mendatang. Diantara cabang olahraga yang dipertandingkan adalah sepak bola, sepak takraw, tenis meja, bola voli, bulu tangkis dan atletik. Untuk sepak bola, dari 10 kecamatan ada 47 klub yang ikut, 11 klub sepak takraw. Untuk bulu tangkis diikuti 44 atlet putra, 28 atlet putri dan 7 pasang ganda campuran. Sementara tenis meja untuk usia 15 tahun diikuti 6 atlet, kategori umum tunggal putra 52 atlet, tunggal putri 28 atlet dan ganda putra 7 atlet.” Alhamdulillah pada saat gowes pesertanya ribuan,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Barat H. Ilham usai kegiatan gowes.

Radar Lombok mengikuti kegiatan gowes dengan menyusuri rute yang telah ditetapkan. Pelepasan pesepeda diawali dengan prosesi adat penyerahan tanah dan air yang diambil dari Desa Kuripan untuk disatukan dengan tanah dari daerah-daerah lain se-nusantara dalam rangka semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bentuk pembangunan  monumen di Gunung Tidar Magelang Provinsi Jawa Tengah.

Lokasi pengambilan tanah dan air adalah tempat yang dikeramatkan warga. Pengambilan tanah dan air yang dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan GPN ini dilakukan oleh perwakilan Kemenpora didampingi budayawan, tokoh agama, tokoh adat, juru kunci makam dan para pemuda yang tergabung dalam Paskibraka Lobar 2017. Dalam prosesi, tanah dan air diterima oleh Bupati H. Fauzan Khalid dari tokoh adat lalu diserahkan ke pejabat Kemenpora diiringi musik tradisional Sasak. Pengambilan tanah dan air dijadikan prosesi kebudayaan dalam gelaran GPN karena Indonesia adalah tanah air yang bisa membangkitkan rasa kebangsaan. Di semua etape, semua tanah kebangsaan itu diambil dari situs tertua, atau tanah yang memiliki historis besar seperti pernah terjadi perang kemerdekaan atau tanah-tanah lokasi monumen kebangsaan lainnya.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutannya yakin bahwa Gala Desa ini dapat meningkatkan semangat berolahraga masyarakat,di samping untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dari desa. “ Ke depan kegiatan ini bisa terus dilangsungkan, serta mendapat support yang lebih besar lagi,” terangnya.

Dikatakannya, akan ada anggaran terkait dengan hal itu pada APBD Perubahan. Selain pula diharapkan Menpora dapat mendiskusikan dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) agar Pemerintah Desa dapat menganggarkan bidang pembinaan olahraga pada APBDes. “ Luar biasa antusiasme dari masyarakat kita, lebih-lebih kita harapkan ada tumbuhnya bibit atlet dari desa,” ungkapnya.

Sementara itu Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga dan Pendidikan Kemenpora RI  Arifin Madjid mengaku telah ada MoU yang dilakukan pihaknya dengan Kemendes-PDTT. Dalam MoU tersebut, Kemenpora akan memberikan kesempatan kepada 10 tim sepak bola dari 136 kabupaten/kota yang ada di 34 provinsi RI untuk diberangkatkan ke Jakarta mengikuti kompetisi tingkat nasional. Pada saat itu juga Lobar ditetapkan sebagai kabupaten pertama dari 136 kabupaten yang memperoleh kesempatan untuk berlaga di tingkat nasional. “Dari 136 kabupaten/kota, Lobar yang pertama menerimanya. “Sisanya kita mencari 9 ribu untuk diberangkatkan ke Jakarta,” bebernya.

Pemberian kesempatan ini karena pihaknya melihat sambutan dan dukungan dari Pemkab Lobar dan masyarakat yang begitu bagus baik itu dalam menyambut kegiatan Gowes Pesona Nusantara (GPN) maupun Gala Desa.(git/zul)