Ribuan Guru Hadiri Puncak Peringatan PGRI dan HGN 2016

(Dari kiri) Kepala Dinas Dikpora NTB, H.Muh. Suruji, Ketua PGRI NTB, H Ali Rahim, Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda, Wagub NTB. H M Amin, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, perwakilan dari Kejati, Danrem, Rektor Unram,Prof. H. Sunarpi, dan Kepala LPMP NTB, Muh. Irfan.

MATARAM – Memperingati hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke -71 dan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke 22, PGRI NTB bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB menggelar pertemuan yang dipusatkan di GOR 17 Desember, Minggu kemarin (27/11). Kegiatan itu mengusung tema Membangkitkan Kesadaran Kolketif Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan.

Ribuan perwakilan guru dari berbagai jenjang satuan pendidikan se-NTB hadir membanjiri pertemuan. Hadir juga Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin, Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda, Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, Rektor Universitas Mataram  (Unram) Prof H. Sunarpi, Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, H. Muhammad Suruji, dan ketua PGRI kabupaten/kota se-NTB.

Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin menyampaikan banyak terimakasih yang tak terhingga kepada guru. Peran guru diakuinya, tak akan pernah bisa tergantikan dengan pemberian harta apapun dalam memberikan pendidikan mencerderdaskan kehidupan anak bangsa.  “Selamat hari guru dan PGRI, semoga pendidikan di NTB akan terus semakin berkualitas dibawah keberadaan bapak ibu guru yang begitu mulia mencetak generasi emas bangsa,” kata Wagub NTB, H. Muhammad Amin dalam sambutanya.

Dikatakanya, kualitas pendidikan terus diperbaiki dan dibenahi. Wagub meminta jajaran pendidikan untuk terus memperbaiki kualitas SDM guru serta sarana dan prasaran pendidikan.  “Dunia pendidikan kita harus lebih baik. Hari ini harus lebih baik dibanding kemarin serta pendidikan di masa yang akan datang harus lebih baik di banding hari ini,”  ucap Wagub.

Kegiatan yang diikuti ribuan guru tersebut dihadiri juga Ketua DPRD NTB dan Wali Kota Mataram. Terkait kiprah PGRI selama ini, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan, khususnya menyangkut kualitas guru dan mutu pendidikan. Menurut orang nomor dua di NTB tersebut PGRI telah banyak menorehkan prestasi bagi dunia pendidikan.

“Pilar utama dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia adalah para guru,” jelas Wagub.

Walapun demikian, Wagub meminta segala permasalahan, baik yang dialami PGRI maupun guru harus disikapi dengan bijak, agar tujuan utama organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para guru dan dunia pendidikan.

Kepala Dinas Dikpora NTB, H. Muhammad Suruji mengatakan, profesinalisme guru dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di NTB terus membaik. Berbagai prestasi yang dihasilkan oleh peserta didik di ajang olimpiade nasional hingga internasional dan berbagai prestasi lainnya menunjukan kualitas tenaga pendidik. Kendati demikian, kompetensi dan profesionalisme guru harus terus ditingkatkan baik itu dari pribadi guru itu sendiri dan juga peran pemerintah.

“Yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru adalah menggugah semangat mereka untuk semakin baik,” kata Suruji.

Menurut Suruji, adanya sertifikasi guru yang berdampak terhadap kesejahteraan tidak memiliki korelasi langsung terhadap peningkatan kualitas guru, meski niat utama pemerintah itu adalah bisa berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan. Karena itu, Dinas Dikpora NTB yang paling utama menjadi perhatian adalah melakukan pendekatan untuk menggugah dan membangkitkan rasa semangat dan spirit guru untuk berlomba-lomba meningatkan kompetensi dan profesalisme mereka dalam proses belajar mengajar.

‘’Jika guru-guru kita ini sudah memiliki semangat luar biasa, maka dengan sendirinya mutu pendidikan di NTB akan semakin berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Suruji juga tak sependapat dengan pernyataan Kepala LPMP NTB yang menyebut sekitar 90 persen guru di NTB gagap teknologi (gaptek) yang berdampak terhadap mutu pendidikan di NTB. Menurut Suruji, penguasaan IT bukan hal yang menjadi sangat berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, hanya sebagai pendukung bagian kecil saja.

Terbukti dengan beberapa tahun silam guru tidak mengenal apa itu IT. Namun kualitas pendidikan dan anak didik yang mereka hasil sangat berkualitas dan mampu bersaing dengan dunia internasional.

“Yang utama itu harus didorong adalah semangat dan motivasi guru dalam mengajar. Kalau mereka sudah memiliki semangat tinggi, maka dengan sendirinya IT dan kualitas pendidikan itu akan membaik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI NTB, Drs. H.Ali Rahim, M.Pd menyampaikan beberapa hal terkait dengan dunia pendidikan saat ini dan masa yang akan datang. Saat ini menurutnya, dunia pendidikan mengalami krisis kepemimpinan. Hal ini terlihat dari bagaimana semua elemen masyarakat tidak memahami dengan baik kearifan lokal yang harus dimiliki oleh pemimpin. Karena itu, tugas gurulah yang memberikan pemahaman dan pendidikan tentang kearifan lokal.

“Maka hadirlah ke sekolah dengan hati dan sepenuh hati. Di tangan bapak ibulah bagaimana bangsa ini ke depannya” tuturnya.

Orang nomor satu di PGRI NTB tersebut juga meminta kesabaran guru dalam mendidik dan mengembangkan bakat anak didik, mengingat saat ini tantangan yang dihadapi guru di sekolah semakin besar.  “Anak-anak kita banyak yang melakukan hal-hal yang kurang berkenan di hati kita. Ada tawuran, ada minuman, ada tindakan kekerasan dan lain sebaginya,” jelasnya.

Karena itu, dia meminta kerja sama semua pihak, terutama orang tua murid untuk terus memantau dan mendidik anak-anaknya di rumah. Sehingga apa yang dicita-citakan bersama dapat tercapai, bukan malah melaporkan guru-guru ke polisi.

Terkait aspirasi guru, Ali Rahim meminta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer. Hal ini dapat dilakukan dengan mempercepat proses sertifikasi guru bagi yang belum mendapatkannya selama ini.

Ali Rahim menyatakan peran guru dalam mencetak generasi penerus bangsa sangat vital keberadaannya. Guru menjadi tumpuan yang begitu besar dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.  (luk/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid