Ribuan Belalang Serbu Persawahan Warga di Akar-Akar

BELALANG: Serbuan ribuan belalang di area persawahan warga di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, KLU. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Ribuan belalang kembara tiba-tiba muncul di area persawahan warga di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Menurut penuturan warga sekitar, fenomena langka ini muncul sejak dua pekan lalu. Terkait dari mana asal ribuan belalang ini belum diketahui pasti. “Tiba-tiba muncul banyak. Entah dari mana asalnya,” ujar salah satu warga sekitar, Hasan, Minggu (25/9).

Kemunculan ribuan belalang ini cukup mengagetkan warga. Pasalnya ini kali pertamanya terjadi di wilayah Bayan. Meski sudah beberapa hari muncul tetapi sejauh ini belum ada laporan soal kerugian yang ditimbulkan oleh belalang ini. “Belum musim tanam soalnya kalau sekarang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan soal kemunculan ribuan belalang tersebut. “Kita terima laporan sejak seminggu lalu dan langsung kita tindak lanjuti karena belalang ini termasuk hama tumbuhan,” ujarnya.

Baca Juga :  Artadi Menunggu Pelantikan sebagai Ketua DPRD KLU

Tindakan yang diambil yaitu dengan memerintahkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk melakukan penanggulangan bersama dengan petugas dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) KP3 Bayan. “Mereka menyemprotkan biopestisida selama 2 kali di lokasi,” ujarnya.

Biopestisida yang digunakan adalah biopestisida alami untuk menghindari bahaya bagi masyarakat jika ada yang mengonsumsi belalang tersebut. Sebab sejak kemunculan belalang ada beberapa warga berupaya menangkapnya untuk dikonsumsi. “Itu makanya kita tidak menggunakan biopestisida kimia karena kita tahu banyak warga yang nangkap (belalang). Jadi itu aman dikonsumsi,” bebernya.

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan warga yang menangkap belalang tersebut untuk dikonsumsi. Sebab sejauh ini juga cukup membantu untuk mengurangi populasi belalang ini.

Baca Juga :  Global Hub Kayangan Sedang Dicarikan Investor

Dibandingkan dengan saat pertama kali muncul, saat ini sudah ada pengurangan jumlah belalang yang ada. Terkait sampai kapan serbuan belalang ini berakhir, pihaknya belum bisa memastikan. “Saat ini kita berupaya melibatkan banyak pihak untuk menanggulanginya sebelum masa tanam tiba. Harus bersama-sama. Kita sudah bagikan biopestisida itu secara gratis kepada masyarakat juga agar bisa melakukan penyemprotan sendiri ketika ada tanaman yang diganggu,” ungkapnya.

Tresna memastikan bahwa belalang ini masih berada di area persawahan dan belum sampai menyerang ke rumah-rumah warga ataupun fasilitas umum. “Kita bersyukur kemunculan tidak saat masa tanam jadi belum ada tanaman yang dirusak,” tutupnya. (der)

Komentar Anda