Respons Keluhan Bau Limbah, DPRD NTB Sidak PT SMS

SIDAK: Anggota Komisi II DPRD NTB, Akhdiansyah melakukan Sidak ke Pabrik Gula PT SMS di Desa Doroperti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, sebagai respon keluhan masyarakat atas bau tidak sedap dari limbah pabrik tersebut. (IST/RADAR LOMBOK)

DOMPU — Anggota Komisi II DPRD NTB Bidang Ekonomi dan Lingkungan, Akhiandsyah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pabrik Gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang terletak di Desa Doroperti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Sidak yang dilakukan itu sebagai respons atas adanya
keluhan masyarakat di sekitar pabrik gula PT SMS, terkait bau tidak sedap yang ditimbulkan dari limpah pabrik. “Bau tidak sedap akibat limbah pabrik ini tercium radius 5 kilometer hingga 10 kilometer dari lokasi pabrik,” kata politisi PKB NTB, Minggu kemarin (8/1).

Dalam Sidak yang dilakukan ke pabrik gula PT SMS tersebut, pihaknya diterima langsung oleh General Manajer Pabrik PT SMS, Suharto. Dimana dalam kunjungan itu pihaknya bertemu pihak managemen, melakukan observasi terhadap pengelolaan limbah
pabrik, dan mendengar harapan masyarakat di sekitar lingkar perusahaan.

“Dan kabar limbah ini bisa menimbulkan penyakit. Tapi ini masih sebatas asumsi. Tapi prinsipnya, ada ketidaknyamanan warga sekitar terhadap bau dari limpah pabrik,” ucap politisi asal Dompu tersebut. Pihaknya pun mendapatkan penjelasan langsung terkait persoalan itu dari PT SMS. Selain itu, pihaknya
pun memperoleh penjelasan terkait profile perusahaan.

Diungkapkan, pada prinsipnya pihaknya berkesimpulan bahwa keberadaan PT SMS adalah investasi nasional dan regional yang berada di Kabupaten Dompu. Sehingga keberadaan PT SMS, harus tetap dijaga dan dirawat bagi tumbuh dan
berkembangnya investasi di Kabupaten Dompu.

“Keberadaan PT SMS sangat strategis sebagai sentral produksi gula Indonesia Timur,” ucap Ketua Bapemperda DPRD Provinsi NTB tersebut. Sehingga dipastikan keberadaan PT SMS akan memberikan dampak baik secara daerah dan nasional. Yakni penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan dan peningkatan ekonomi masyarakat Dompu khususnya, dan Provinsi NTB pada umumnya.

Baca Juga :  AAUI NTB Gelar Literasi Asuransi untuk Negeri

PT SMS memproduksi 2.700 ton gula dalam setahun. Direncanakan pabrik gula PT SMS ini akan beroperasi dengan kapasitas produksi satu juta ton pada 2030 mendatang. Terletak di kawasan Gunung Tambora
dan berhadapan langsung dengan Teluk Saleh, pabrik gula PT SMS ini beroperasi dengan kapasitas produksi
satu juta ton pada 2030 nanti.

“Tentu dampak ekonomi akan sangat bagus ke depan,” paparnya. Namun disisi lain, pihaknya juga mengingatkan terkait dampak limbah pabrik harus tetap diperhatikan. Dimana dalam observasi yang dilakukan pihaknya terhadap pengelolaan limbah pabrik gula tersebut, pihaknya melihat pengelolaan limbah pabrik gula PT SMS itu dilakukan secara manual.

Terkait ada bau tidak sedap dari limbah pabrik gula PT SMS tersebut. Yongky, panggilan akrabnya mengatakan, sebagaimana penjelasan dari PT SMS bahwa pola produksi yang dilakukan yakni enam bulan produksi dan enam bulan Maintenance. Dalam
proses maintenance terhadap peralatan pabrik itu terdapat limbah yang menempel, sehingga hal itu yang menimbulkan bau tidak sedap.

Namun demikian pihaknya sudah ada kesepakatan dengan PT SMS persoalan bau tidak seda p dari limbah itu akan ditangani. PT SMS pun menjamin persoalan bau limbah dari pabrik tidak akan terjadi lagi. PT SMS sebenarnya sudah ada obat yang ditabur untuk menghilangkan bau tidak sedap tersebut. “Namun, PT SMS mengakui sempat lalai. Dengan
tidak menamburkan obat penghilang bau,” imbuhnya.
PT SMS juga sudah memiliki pengelolaan limbah baru dengan teknologi eropa dengan biaya mencapai Rp 17
miliar. Direncanakan pengelolaan limbah baru PT SMS itu akan dilaunching pada 30 Januari mendatang. “Dengan pengelolaan limbah baru ini, PT SMS menjamin tidak akan menimbulkan bau,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mataram Sumringah Menanti Putusan Endemi

Lebih lanjut diungkapkan, Pihaknya mendukung pengembangan produksi yang dilakukan oleh PT SMS. Namun berbagai kemungkinan dampak negative yang ditimbulkan bisa diminimalisir bahkan dicegah. Apa yang jadi hasil sidak dilakukan pihaknya itu, direncanakan akan segera disampaikan dalam rapat komisi II DPRD NTB Bidang Lingkungan. Pihaknya pun meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup NTB agar
melakukan pengawasan secara intens terhadap persoalan limbah dari produksi PT SMS.

Karena pihaknya melihat pengawasan yang dilakukan dinas lingkungan NTB masih sangat minim. “Tapi kami melihat PT SMS cukup cepat mengambil solusi terkait persoalan limbah ini,” lugasnya. Dihubungi terpisah, Humas PT SMS, Guntur, mengatakan pihaknya sudah memiliki solusi terkait persoalan bau dari limbah pabrik. Dengan menaburkan pupuk yang bisa menghilangkan bau tidak sedap.

Bau itu ditimbulkan dari proses maintenance terhadap peralatan pabrik. Dalam proses maintenance itu ada
limbah yang menempel diperalatan pabrik. Dia juga menegaskan bahwa bau dari limbah pabrik dipastikan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Bau itu kita pastikan tidak berbahaya bagi kesehatan,” tandasnya. Dia menambahkan, pihaknya juga sudah membangun kolam pengelolaan limbah berukuran besar yang berteknologi. Direncanakan pada akhir Januari, Dinas PUPR akan melihat dan meninjau kelayakan dioperasionalkannya kolam pengelolaan limbah berteknologi tersebut. “Kolam pengelolaan limbah besar yang berteknologi itu akan segera beroperasi,” pungkasnya. (yan)

Komentar Anda