Resmi, Ali-Sakti Lolos Maju di Pilkada NTB 2018

Ali-Sakti Lolos Maju di Pilkada NTB 2018
PLENO: Rapat Pleno KPU NTB verifikasi faktual dukungan Perbaikan paslon independen. (Ahmad Yani/Radar Lombok)

MATARAM – Dukungan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur jalur Independen Ali Bin Dahlan dan TGH Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni (Paket Ali Sakti) dinyatakan memenuhi syarat dukungan.

Itu ditetapkan KPU NTB dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual dukungan bakal calon independen yang digelar di Hotel Lombok Raya  Sabtu lalu (10/2).

Berdasarkan rapat pleno terbuka tersebut, diperoleh dukungan hasil perbaikan pasangan ini mencapai 73.150 dukungan atau 325.968 dukungan. Jumlah ini melebihi syarat dukungan calon perseorangan yang mencapai 303.331 dukungan.

Sebelumnya pada saat verifikasi faktual tahap I paket Ali-Sakti sudah mengantongi dukungan KTP sebanyak 252.818 dukungan. “Jumlah dukungan ini sudah final, artinya jumlah dukungan yang diperoleh pasangan Ali BD dan Sakti sudah melampaui 325.968 atau 303.331 dukungan,” kata Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori.

Aksar pun merincikan hasil penelitian faktual perbaikan di 10 kabupaten kota yang memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS), yakni untuk Kabupaten Bima jumlah dukungan 2.710, MS 1.895, TMS 815. Kabupaten Dompu jumlah dukungan 1.430, MS 1.302, TMS 128.  Kota Bima jumlah dukungan 12.493, MS 3, TMS 12.490.

Kemudian, untuk Kota Mataram jumlah dukungan 15.013, MS 18, TMS 14.995. Kabupaten Lombok Barat jumlah dukungan 4.868, MS 2545, TMS 2.323. Berikutnya, Kabupaten Lombok Tengah dari jumlah 33.125, MS 22,524, TMS 10.601. Kabupaten Lombok Timur dari jumlah dukungan 47.214, MS 40313, TMS 6.301. Kabupaten Sumbawa Barat jumlah dukungan 7.763, MS 2.051, TMS 5.622. Kabupaten Sumbawa jumlah dukungan 791, MS 533 dan TMS 258.

Dengan demikian, keseluruhan dukungan pasangan Ali-Sakti yang memenuhi syarat sebanyak 325.968 dukungan. Jumlah ini melebihi syarat dukungan minimal sebesar 303.331 yang dipersyaratkan oleh KPU NTB. 

Namun demikian, dengan terpenuhinya syarat dukungan paslon independen tidak otomatis pasangan Ali-Sakti dapat melenggang menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, tetapi harus melalui satu tahapan lagi, penilaian syarat administrasi calon. 

Rencananya KPU NTB akan melakukan penilaian adminustrasi syarat calon. Baik calon dari parpol atau gabungan parpol dan bakal calon perseorangan pada tanggal 11 Februari 2018. 

Hasil penilaian itu akan dipergunakan sebagai dasar penetapan pasangan calon yang direncanakan pada tanggal 12 Februari 2018 dalam Rapat Pleno terbuka. “KPU pada Senin (12/2) akan menetapkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTB yang nantinya boleh mengikuti tahapan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ali-Sakti, Basri Mulyani mengaku lega dengan sudah terpenuhi syarat dukungan KTP bagi pencalonan Ali-Sakti maju di Pilkada NTB.

Meski diakui, di beberapa tempat pihaknya tidak terlalu fokus. Sebab, verifikasi faktual dukungan perbaikan pada tahap kedua cukup berat dibanding tahap pertama. Ini karena mengumpulkan orang dalam satu tempat sangat sulit.

Ada tiga daerah menjadi fokus dimaksimalkanya proses verifikasi dukungan perbaikan. Yakni, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Ia pun menegaskan bahwa prinsipnya, paket Ali-Sakti sudah siap berkompetisi dan bertarung di Pilgub NTB. “Prinsipnya, kita siap bertarung di Pilgub NTB,” tegasnya.

Sekretaris Tim Pemenangan Ali-Sakti Kabupaten Lombok Timur, Dedy Efendy mengatakan, Lombok Timur menjadi salah satu basis lumbung suara paket Ali-Sakti. Sehingga pihaknya dalam proses verifikasi faktual perbaikan tersebut betul-betul memaksimalkan dukungan di kabupaten terbanyak penduduk di NTB tersebut.

Alhasil, Lombok Timur menjadi penyumbang dukungan perbaikan terbesar bagi paket Ali-Sakti. “Baik verifikasi dukungan tahap I dan II, Lombok Timur menjadi penyumbang dukungan terbesar,” pungkasnya. (yan)